<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Amynote</title>
	<atom:link href="http://amynote.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://amynote.wordpress.com</link>
	<description>Sebuah Catatan Singkat Tentang Kita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 07 Jan 2012 06:52:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='amynote.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/bd57eddc6d6442c6598c86fb436421d1?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Amynote</title>
		<link>http://amynote.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://amynote.wordpress.com/osd.xml" title="Amynote" />
	<atom:link rel='hub' href='http://amynote.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Masih Haruskah Berpacaran ?</title>
		<link>http://amynote.wordpress.com/2011/12/17/masih-haruskah-berpacaran/</link>
		<comments>http://amynote.wordpress.com/2011/12/17/masih-haruskah-berpacaran/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Dec 2011 03:09:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fahmy pic.-</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatanku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amynote.wordpress.com/?p=432</guid>
		<description><![CDATA[Allah memberikan rizki sesuai dengan kebutuhan hambaNya dan di waktu yang menurut Allah terbaik untuk kita mendapatkannya. Jodoh adalah salah satu rizki yang Allah persiapkan untuk kita. Allah akan memberikan jodoh pada kita di saat yang tepat. Bukan sesuai dengan keinginan kita. Seringnya kita menginginkan sesuatu hanya berdasarkan pada keinginan bukan pada kebutuhan. Allah Maha [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amynote.wordpress.com&amp;blog=11011067&amp;post=432&amp;subd=amynote&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Allah memberikan rizki sesuai dengan kebutuhan hambaNya dan di waktu yang menurut Allah terbaik untuk kita mendapatkannya. Jodoh adalah salah satu rizki yang Allah persiapkan untuk kita. Allah akan memberikan jodoh pada kita di saat yang tepat. Bukan sesuai dengan keinginan kita. Seringnya kita menginginkan sesuatu hanya berdasarkan pada keinginan bukan pada kebutuhan. Allah Maha Tahu, kapan kita akan siap untuk menerima sebuah tanggung jawab besar untuk membentuk suatu peradaban kecil yang di mulai dari sebuah keluarga. Karena menikah bukan hanya penyatuan dua insan berbeda dalam satu bahtera tanpa visi dan tujuan yang pasti, berlayar tanpa arah atau berlayar hanya menuju samudera duniawi. Menikah adalah penggenapan setengah agama karena menikah adalah sarana ibadah kepada Allah. Dalam tiap perbuatan di dalam rumah tangga dengan berdasarkan keikhlasan dan ketaqwaan maka ganjarannya adalah pahala. Tapi jika menikah hanya berdasarkan nafsu atau bahkan mengikuti perputaran kehidupan dunia, maka hasilnya pun akan sesuai dengan yang di niatkan.<br />
<span id="more-432"></span><br />
Karena menikah adalah ibadah. Menikah adalah sunnah di anjurkan Rasulullah. Menimbun pahala yang terserak di dalam rumah tangga. Dan semua manusia yang normal pasti akan mendambakan suatu pernikahan. Merasakan suatu episode hidup dimana kita akan memulai segala sesuatu yang baru. Yang dahulu kita berperan sebagai seorang anak dengan berbagai kebahagiaan bermandikan kasih sayang orang tua. Maka menikah adalah suatu gerbang menuju pembelajaran menjadi orang tua kelak. Kita bukan lagi sebagai penumpang di mana mengikuti arah kehidupan yang di tentukan orang tua, melainkan kita akan menjadi driver untuk kehidupan kita sendiri kelak. Kita bisa saja mengikuti jalur yang telah di lewati orang tua, jika memang itu jalur yang tepat. Tapi jika jalur itu tak sesuai dengan arah tujuan kehidupan rumah tangga kita yaitu jalur keridhaan Allah, maka kita pun harus mencari jalur yang tepat.</p>
<p>Karena menikah itu adalah satu kebaikan maka seharusnya harus di mulai dengan yang baik pula. Misalnya, ketika kita ingin lulus ujian, maka kita harus belajar yang giat bukan bermalas-malasan.</p>
<p>Ayat Allah masih jelas tertera dalam kitabNya, bahwa pria yang baik akan mendapatkan wanita yang baik pula dan sebaliknya. Dan ayat itu masih sama dengan pada saat Allah turunkan beribu tahun yang lalu. Janji Allah pun tergambar melalui ayat itu dan Allah Maha Menepati janji. Lalu mengapa kita masih meragukan janji Allah itu?? Masih haruskah berpacaran??</p>
<p>Mengenal lawan jenis dengan dalih untuk mengenal pribadi masing-masing. Padahal kenyataannya, hanya sedikit kejujuran yang di tampakkan pada saat pacaran. Rasa takut yang besar untuk di tinggal pasangannya atau hendak mengambil hati pasangannya membuat mereka menyembunyikan keburukan yang terdapat dalam dirinya. Sudah menjadi rahasia umum, jika usia pacaran yang lama tak menjamin bahwa itu menjadi suatu jalan untuk memuluskan hubungan menuju jenjang pernikahan. Sudah tak menjamin adanya pernikahan setelah sekian lama menjalin masa pacaran, juga banyak di bumbui pelanggaran terhadap rambu-rambu Allah. Maksiat yang terasa nikmat.</p>
<p>Zaman sekarang, berpacaran sudah selayaknya menjadi pasangan suami istri. Si pria seolah menjadi hak milik wanita dan si wanita kepunyaan pribadi si pria. Mereka pun bebas melakukan apapun sesuai keinginan mereka. Yang terparah adalah sudah hilangnya rasa malu ketika melakukan hubungan suami istri dengan sang pacar yang notabene bukan mahram. Padahal pengesahan hubungan berpacaran hanya berupa ucapan yang biasa di sebut “nembak”, misalnya “I Love You, maukah kau menjadi pacarku?” dan di terima dengan ucapan “I Love You too, aku mau jadi pacarmu”. Atau sejenisnya. Hanya itu. Tanpa adanya perjanjian yang kuat (mitsaqan ghaliza) antara seorang hamba dengan Sang Pencipta. Tanpa adanya akad yang menghalalkan hubungan tersebut. Hubungan pacaran tak ada pertanggungjawaban kecuali pelanggaran terhadap aturan Allah. Karena tak ada yang namanya pacaran islami, pacaran sehat atau apalah namanya untuk melegalkan hubungan tersebut.</p>
<p>Kita berlelah melakukan hubungan pacaran. Melakukan apapun guna menyenangkan hati sang kekasih (yang belum halal) meskipun hati kita menolak. Jungkir balik kita mempermainkan hati. Hingga suka dan sedih karena cinta, cinta terlarang. Hati dan otak di penuhi hanya dengan masalah cinta. Kita menangis karena cinta, kita tertawa karena cinta, kita meraung-meraung di tinggal cinta, kita pun mengemis cinta. Hingga tak ada tempat untuk otak memikirkan hal positif lainnya. Tapi sayang, itu hanya cinta semu. Sesuatu yang semu adalah kesia-siaan. Kita berkorban mengatasnamakan cinta semu. Seorang pacar, hebatnya bisa menggantikan prioritas seorang anak untuk menghormati orangtua. Tak sedikit yang lebih senang berdua-duaan dengan sang pacar di banding menemani orangtua. Pacar bisa jadi lebih tau sedang dimana seorang anak di banding orang tuanya sendiri. Seseorang akan rela menyenangkan hati pacarnya untuk di belikan sesuatu yang di suka di bandingkan memberikan kejutan untuk seorang ibu yang melahirkannya. Seseorang akan lebih menurut pada perintah sang pacar di banding orang tuanya. Hubungan yang baru terjalin bisa menggantikan hubungan lahiriah dan batiniyah seorang anak dengan orangtua.</p>
<p>Jika pun akhirnya menikah, maka tak ada lagi sesuatu yang spesial untuk di persembahkan pada pasangannya. Sebuah rasa yang seharusnya di peruntukan untuk pasangannya karena telah di umbar sebelumnya, maka akan menjadi hal yang biasa. Tak ada lagi rasa “greget”, karena masing-masing telah mendapatkan apa yang di inginkan pada masa berpacaran. Bisa jadi, akibat mendapatkan sesuatu belum pada waktunya maka ikrar suci pernikahan bukan menjadi sesuatu yang sakral dan mudah di permainkan. Na’udzubillah.</p>
<p>Parahnya jika tiba-tiba hubungan pacaran itu kandas, hanya dengan sebuah kata “PUTUS” maka kebanyakan akan menjadi sebuah permusuhan. Apalagi jika di sebabkan hal yang kurang baik misalnya perselingkuhan. Kembali hati yang menanggung akibatnya. Kesedihan yang berlebihan hingga beberapa lama. Hati yang terlanjur memendam benci. Tak sedikit yang teramat merasakan patah hati dikarenakan cinta berlebihan menyebabkannya sakit secara fisik dan psikis. Juga ada beberapa kasus bunuh diri karena tak kuat menahan kesedihan akibat patah hati.</p>
<p>Terdengar berlebihan. Tapi itulah kenyataannya, hati adalah suatu organ yang sensitif. Bisa naik secara drastis, tak jarang bisa jatuh langsung menghantam ke bumi. Apa yang di rasakan hati akan terlihat pada sikap dan perilaku. Hati yang terpenuhi nafsu akan enggan menerima hal baik. Ada orang bilang, jangan pernah bermain dengan hati. Karena dari mata turun ke hati, kemudian tak akan turun kembali. Akan ada sebuah rasa akan mengendap di dalam hati. Jika rasa itu baik dan di tujukan pada seseorang yang halal (suami atau istri) maka kebaikan akan terpancar secara lahiriah. Bukan sebuah melankolisme yang kini merajalela. Banyak pelajaran dari sekitar.</p>
<p> Kenapa masih harus berpacaran??<br />
Karena ingin ada teman yang selalu setia mendengar tiap keluh kesah?? Tak selamanya manusia bisa dengan rela mendengarkan keluhan manusia lainnya. Hanya Allah yang tak pernah berpaling untuk hambaNya. Bisa jadi secara fisik sang pacar rela mendengar dengan seksama, tapi dia juga manusia yang akan merasa bosan jika selalu di cecoki dengan berbagai keluhan.</p>
<p>Malu di bilang jomblo??<br />
Jika dengan jomblo kita bisa terbebas dari rasa yang terlarang, kenapa harus malu?? justru kita akan merasa nyaman bercengkerama dengan Allah karena sadar hati kita hanya patut di tujukan kepadaNya bukan yang lain. Justru kita harus bangga, di saat yang lain berlomba untuk melakukan hal terlarang tapi kita menjauhinya. Kemudian tak akan ada perasaan was was karena telah melanggar aturan Allah. Kita bebas berkumpul dengan kawan-kawan tanpa ada kekangan dari orang yang sesungguhnya tak memiliki kewenangan terhadap diri kita.<br />
Mungkin masih banyak lagi kesia-siaan dalam berpacaran. Dan sesungguhnya belum tentu sang pacar akan menjadi pasangan kita kelak.</p>
<p>Pacaran ibarat minuman beralkohol, banyak yang mengelak bahwa dengan berpacaran mereka memiliki semangat baru dan sederet hal positif yang mereka kumandangkan. Tapi sama halnya dengan alkohol, maka manfaat yang di dapat jauh lebih kecil di banding kemudharatan yang di hasilkan. Karena segala sesuatu yang di larang Allah, pasti ada sebab dan manfaatnya.</p>
<p>Kemudian ada yang berdalih, toh pacaran itu tidak merugikan orang lain. Tidak merugikan orang lain, namun hukum Allah jauh lebih baik untuk di ikuti ketimbang menurutkan hawa nafsu yang berakhir pada jurang kebinasaan.<br />
Kembali ke pernikahan, suatu kebaikan maka tak pantas jika di awali dengan keburukan. Allah tak akan ingkar janji, karena jodoh telah Allah tetapkan di Lauh Mahfuzh. Tinggal kita melakukan usaha yang baik, yang Allah ridhai. Supaya tiap langkah kita, hanya berisi keridhaan Allah dan mendapat keberkahanNya. Aamiin.<br />
(hanya sebuah catatan hati guna pengingat diri dan saudara seimanku)<br />
*dan kegalauan yang luar biasa </p>
<p>Allahua’lam</p>
<p>Sumber: http://m.dakwatuna.com/2011/12/17118/masih-haruskah-berpacaran/#ixzz1gkClEp3V</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amynote.wordpress.com/432/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amynote.wordpress.com/432/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amynote.wordpress.com/432/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amynote.wordpress.com/432/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amynote.wordpress.com/432/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amynote.wordpress.com/432/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amynote.wordpress.com/432/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amynote.wordpress.com/432/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amynote.wordpress.com/432/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amynote.wordpress.com/432/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amynote.wordpress.com/432/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amynote.wordpress.com/432/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amynote.wordpress.com/432/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amynote.wordpress.com/432/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amynote.wordpress.com&amp;blog=11011067&amp;post=432&amp;subd=amynote&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amynote.wordpress.com/2011/12/17/masih-haruskah-berpacaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/28b4b716c5a4e966b0cd947998f8dfa3?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Fahmy pic.-</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sushitteru.com</title>
		<link>http://amynote.wordpress.com/2011/11/25/sushitteru-com/</link>
		<comments>http://amynote.wordpress.com/2011/11/25/sushitteru-com/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Nov 2011 14:31:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fahmy pic.-</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amynote.wordpress.com/?p=421</guid>
		<description><![CDATA[Sushiteru ~ &#8220;Sushitteru &#8211; [Sushi It Telkom Aishiteru]&#8220; Ada Cinta di Setiap Gigitannya #SushiatuBangetYaaah&#8230; MENU Non Paket ========================================== Food ========================================== SUSHI : - KATSUMAKITTERU カツ巻テル : IDR 10.000 (6 pcs) - KARIFORUNIATERU カリフォルニアテル : IDR 10.000 (6 pcs) ONIGIRITERU おにぎりテル : 1 BESAR + 1 kecil : IDR 6000 TAKOYAKITERU たこ焼きテル : IDR 8000 (5 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amynote.wordpress.com&amp;blog=11011067&amp;post=421&amp;subd=amynote&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sushiteru ~ &#8220;Sushitteru &#8211; [Sushi It Telkom Aishiteru]&#8220;<br />
Ada Cinta di Setiap Gigitannya #SushiatuBangetYaaah&#8230;<br />
<a href="http://sushitteru.com"><img src="http://amynote.files.wordpress.com/2011/11/335751_222046851200746_100001862980529_525708_806231641_o.jpg?w=614&#038;h=403" alt="" title="Sushitteru" width="614" height="403" class="aligncenter size-full wp-image-422" /></a><br />
MENU Non Paket<br />
==========================================<br />
Food<br />
==========================================<br />
SUSHI :<br />
- KATSUMAKITTERU カツ巻テル : IDR 10.000 (6 pcs)<br />
- KARIFORUNIATERU カリフォルニアテル : IDR 10.000 (6 pcs) </p>
<p>ONIGIRITERU おにぎりテル : 1 BESAR + 1 kecil : IDR 6000<br />
TAKOYAKITERU たこ焼きテル : IDR 8000 (5 pcs)<br />
PANGSITTERU ( Fruit Dumplings ) : IDR 8000 (6 pcs)<br />
========================================== </p>
<p>Drink<br />
==========================================<br />
SODA POP : IDR 5000<br />
ICHIGOJUSUTERU (STRAWBERRY JUICE) イチゴジュース : IDR 5000<br />
ICE TEA : IDR 3000<br />
GINGER MILK TEA : IDR 4000<br />
GRASS JELLY MILK TEA : IDR 4000<br />
==========================================</p>
<p>Mau Lebih Hemat? Beli Pre Order PAKETNYA:<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;<br />
AISHITERU NO BENTO 愛してるの弁当<br />
KARIFORUNIATERU / KATSUMAKITTERU(4 pcs)+SODA POP : IDR 11000</p>
<p>KAWAII NO BENTO	 可愛いの弁当<br />
PANGSITTERU (Fruit Dumplings) + SODA POP : IDR 11000</p>
<p>OISHII NO BENTO	 おいしいの弁当<br />
TAKOYAKITTERU + GINGER MILK TEA : IDR 10000</p>
<p>SUTEKI NO BENTO すてきの弁当<br />
KARIFORUNIATERU / KATSUMAKITTERU (4 pcs)+ICE TEA : IDR 9000</p>
<p>SHIAWASE NO BENTO 幸せの弁当<br />
ONIGIRITTERU + ICE TEA : IDR 7000</p>
<p>Hanya di SUSHITTERU @Business Fair, 5-7 Desember 2011 </p>
<p>info lengkap kunjungi  <a href="http://sushitteru.com" title="Sushitteru.com" target="_blank">Sushitteru.com</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amynote.wordpress.com/421/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amynote.wordpress.com/421/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amynote.wordpress.com/421/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amynote.wordpress.com/421/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amynote.wordpress.com/421/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amynote.wordpress.com/421/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amynote.wordpress.com/421/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amynote.wordpress.com/421/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amynote.wordpress.com/421/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amynote.wordpress.com/421/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amynote.wordpress.com/421/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amynote.wordpress.com/421/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amynote.wordpress.com/421/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amynote.wordpress.com/421/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amynote.wordpress.com&amp;blog=11011067&amp;post=421&amp;subd=amynote&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amynote.wordpress.com/2011/11/25/sushitteru-com/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/28b4b716c5a4e966b0cd947998f8dfa3?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Fahmy pic.-</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://amynote.files.wordpress.com/2011/11/335751_222046851200746_100001862980529_525708_806231641_o.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Sushitteru</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Istri dan Suami</title>
		<link>http://amynote.wordpress.com/2011/11/12/istri-dan-suami/</link>
		<comments>http://amynote.wordpress.com/2011/11/12/istri-dan-suami/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Nov 2011 11:03:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fahmy pic.-</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Inspiratif]]></category>
		<category><![CDATA[Suami dan Istri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amynote.wordpress.com/?p=418</guid>
		<description><![CDATA[Aku membencinya, itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami. Meskipun menikahinya, aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. Menikah karena paksaan orangtua, membuatku membenci suamiku sendiri. Walaupun menikah terpaksa, aku tak pernah menunjukkan sikap benciku. Meskipun membencinya, setiap hari aku melayaninya sebagaimana tugas istri. Aku terpaksa melakukan semuanya karena aku tak punya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amynote.wordpress.com&amp;blog=11011067&amp;post=418&amp;subd=amynote&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku membencinya, itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami. Meskipun menikahinya, aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. Menikah karena paksaan orangtua, membuatku membenci suamiku sendiri.</p>
<p>Walaupun menikah terpaksa, aku tak pernah menunjukkan sikap benciku. Meskipun membencinya, setiap hari aku melayaninya sebagaimana tugas istri. Aku terpaksa melakukan semuanya karena aku tak punya pegangan lain. Beberapa kali muncul keinginan meninggalkannya tapi aku tak punya kemampuan finansial dan dukungan siapapun. Kedua orangtuaku sangat menyayangi suamiku karena menurut mereka, suamiku adalah sosok suami sempurna untuk putri satu-satunya mereka.<br />
<span id="more-418"></span><br />
Ketika menikah, aku menjadi istri yang teramat manja. Kulakukan segala hal sesuka hatiku. Suamiku juga memanjakanku sedemikian rupa. Aku tak pernah benar-benar menjalani tugasku sebagai seorang istri. Aku selalu bergantung padanya karena aku menganggap hal itu sudah seharusnya setelah apa yang ia lakukan padaku. Aku telah menyerahkan hidupku padanya sehingga tugasnyalah membuatku bahagia dengan menuruti semua keinginanku.</p>
<p>Di rumah kami, akulah ratunya. Tak ada seorangpun yang berani melawan. Jika ada sedikit saja masalah, aku selalu menyalahkan suamiku. Aku tak suka handuknya yang basah yang diletakkan di tempat tidur, aku sebal melihat ia meletakkan sendok sisa mengaduk susu di atas meja dan meninggalkan bekas lengket, aku benci ketika ia memakai komputerku meskipun hanya untuk menyelesaikan pekerjaannya. Aku marah kalau ia menggantung bajunya di kapstock bajuku, aku juga marah kalau ia memakai pasta gigi tanpa memencetnya dengan rapi, aku marah kalau ia menghubungiku hingga berkali-kali ketika aku sedang bersenang-senang dengan teman-temanku.</p>
<p>Tadinya aku memilih untuk tidak punya anak. Meskipun tidak bekerja, tapi aku tak mau mengurus anak. Awalnya dia mendukung dan akupun ber-KB dengan pil. Tapi rupanya ia menyembunyikan keinginannya begitu dalam sampai suatu hari aku lupa minum pil KB dan meskipun ia tahu ia membiarkannya. Akupun hamil dan baru menyadarinya setelah lebih dari empat bulan, dokterpun menolak menggugurkannya.</p>
<p>Itulah kemarahanku terbesar padanya. Kemarahan semakin bertambah ketika aku mengandung sepasang anak kembar dan harus mengalami kelahiran yang sulit. Aku memaksanya melakukan tindakan vasektomi agar aku tidak hamil lagi. Dengan patuh ia melakukan semua keinginanku karena aku mengancam akan meninggalkannya bersama kedua anak kami.<br />
Waktu berlalu hingga anak-anak tak terasa berulang tahun yang ke-delapan. Seperti pagi-pagi sebelumnya, aku bangun paling akhir. Suami dan anak-anak sudah menungguku di meja makan. Seperti biasa, dialah yang menyediakan sarapan pagi dan mengantar anak-anak ke sekolah. Hari itu, ia mengingatkan kalau hari itu ada peringatan ulang tahun ibuku. Aku hanya menjawab dengan anggukan tanpa mempedulikan kata-katanya yang mengingatkan peristiwa tahun sebelumnya, saat itu aku memilih ke mal dan tidak hadir di acara ibu. Yaah, karena merasa terjebak dengan perkawinanku, aku juga membenci kedua orangtuaku.</p>
<p>Sebelum ke kantor, biasanya suamiku mencium pipiku saja dan diikuti anak-anak. Tetapi hari itu, ia juga memelukku sehingga anak-anak menggoda ayahnya dengan ribut. Aku berusaha mengelak dan melepaskan pelukannya. Meskipun akhirnya ikut tersenyum bersama anak-anak. Ia kembali mencium hingga beberapa kali di depan pintu, seakan-akan berat untuk pergi.</p>
<p>Ketika mereka pergi, akupun memutuskan untuk ke salon. Menghabiskan waktu ke salon adalah hobiku. Aku tiba di salon langgananku beberapa jam kemudian. Di salon aku bertemu salah satu temanku sekaligus orang yang tidak kusukai. Kami mengobrol dengan asyik termasuk saling memamerkan kegiatan kami. Tiba waktunya aku harus membayar tagihan salon, namun betapa terkejutnya aku ketika menyadari bahwa dompetku tertinggal di rumah. Meskipun merogoh tasku hingga bagian terdalam aku tak menemukannya di dalam tas. Sambil berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi hingga dompetku tak bisa kutemukan aku menelepon suamiku dan bertanya.</p>
<p>“Maaf sayang, kemarin Farhan meminta uang jajan dan aku tak punya uang kecil maka kuambil dari dompetmu. Aku lupa menaruhnya kembali ke tasmu, kalau tidak salah aku letakkan di atas meja kerjaku.” Katanya menjelaskan dengan lembut.<br />
Dengan marah, aku mengomelinya dengan kasar. Kututup telepon tanpa menunggunya selesai bicara. Tak lama kemudian, handphoneku kembali berbunyi dan meski masih kesal, akupun mengangkatnya dengan setengah membentak. “Apalagi??”<br />
“Sayang, aku pulang sekarang, aku akan ambil dompet dan mengantarnya padamu. Sayang sekarang ada dimana?” tanya suamiku cepat , kuatir aku menutup telepon kembali. Aku menyebut nama salonku dan tanpa menunggu jawabannya lagi, aku kembali menutup telepon. Aku berbicara dengan kasir dan mengatakan bahwa suamiku akan datang membayarkan tagihanku. Si empunya Salon yang sahabatku sebenarnya sudah membolehkanku pergi dan mengatakan aku bisa membayarnya nanti kalau aku kembali lagi. Tapi rasa malu karena “musuh”ku juga ikut mendengarku ketinggalan dompet membuatku gengsi untuk berhutang dulu.</p>
<p>Hujan turun ketika aku melihat keluar dan berharap mobil suamiku segera sampai. Menit berlalu menjadi jam, aku semakin tidak sabar sehingga mulai menghubungi handphone suamiku. Tak ada jawaban meskipun sudah berkali-kali kutelepon. Padahal biasanya hanya dua kali berdering teleponku sudah diangkatnya. Aku mulai merasa tidak enak dan marah.<br />
Teleponku diangkat setelah beberapa kali mencoba. Ketika suara bentakanku belum lagi keluar, terdengar suara asing menjawab telepon suamiku. Aku terdiam beberapa saat sebelum suara lelaki asing itu memperkenalkan diri, “selamat siang, ibu. Apakah ibu istri dari bapak armandi?” kujawab pertanyaan itu segera. Lelaki asing itu ternyata seorang polisi,  ia memberitahu bahwa suamiku mengalami kecelakaan dan saat ini ia sedang dibawa ke rumah sakit kepolisian. Saat itu aku hanya terdiam dan hanya menjawab terima kasih. Ketika telepon ditutup, aku berjongkok dengan bingung. Tanganku menggenggam erat handphone yang kupegang dan beberapa pegawai salon mendekatiku dengan sigap bertanya ada apa hingga wajahku menjadi pucat seputih kertas.</p>
<p>Entah bagaimana akhirnya aku sampai di rumah sakit. Entah bagaimana juga tahu-tahu seluruh keluarga hadir di sana menyusulku. Aku yang hanya diam seribu bahasa menunggu suamiku di depan ruang gawat darurat. Aku tak tahu harus melakukan apa karena selama ini dialah yang melakukan segalanya untukku. Ketika akhirnya setelah menunggu beberapa jam, tepat ketika kumandang adzan maghrib terdengar seorang dokter keluar dan menyampaikan berita itu. Suamiku telah tiada. Ia pergi bukan karena kecelakaan itu sendiri, serangan stroke-lah yang menyebabkan kematiannya. Selesai mendengar kenyataan itu, aku malah sibuk menguatkan kedua orangtuaku dan orangtuanya yang shock. Sama sekali tak ada airmata setetespun keluar di kedua mataku. Aku sibuk menenangkan ayah ibu dan mertuaku. Anak-anak yang terpukul memelukku dengan erat tetapi kesedihan mereka sama sekali tak mampu membuatku menangis.</p>
<p>Ketika jenazah dibawa ke rumah dan aku duduk di hadapannya, aku termangu menatap wajah itu. Kusadari baru kali inilah aku benar-benar menatap wajahnya yang tampak tertidur pulas. Kudekati wajahnya dan kupandangi dengan seksama. Saat itulah dadaku menjadi sesak teringat apa yang telah ia berikan padaku selama sepuluh tahun kebersamaan kami. Kusentuh perlahan wajahnya yang telah dingin dan kusadari inilah kali pertama kali aku menyentuh wajahnya yang dulu selalu dihiasi senyum hangat. Airmata merebak dimataku, mengaburkan pandanganku. Aku terkesiap berusaha mengusap agar airmata tak menghalangi tatapan terakhirku padanya, aku ingin mengingat semua bagian wajahnya agar kenangan manis tentang suamiku tak berakhir begitu saja. Tapi bukannya berhenti, airmataku semakin deras membanjiri kedua pipiku. Peringatan dari imam mesjid yang mengatur prosesi pemakaman tidak mampu membuatku berhenti menangis. Aku berusaha menahannya, tapi dadaku sesak mengingat apa yang telah kuperbuat padanya terakhir kali kami berbicara.<br />
Aku teringat betapa aku tak pernah memperhatikan kesehatannya. Aku hampir tak pernah mengatur makannya. Padahal ia selalu mengatur apa yang kumakan. Ia memperhatikan vitamin dan obat yang harus kukonsumsi terutama ketika mengandung dan setelah melahirkan. Ia tak pernah absen mengingatkanku makan teratur, bahkan terkadang menyuapiku kalau aku sedang malas makan. Aku tak pernah tahu apa yang ia makan karena aku tak pernah bertanya. Bahkan aku tak tahu apa yang ia sukai dan tidak disukai. Hampir seluruh keluarga tahu bahwa suamiku adalah penggemar mie instant dan kopi kental. Dadaku sesak mendengarnya, karena aku tahu ia mungkin terpaksa makan mie instant karena aku hampir tak pernah memasak untuknya. Aku hanya memasak untuk anak-anak dan diriku sendiri. Aku tak perduli dia sudah makan atau belum ketika pulang kerja. Ia bisa makan masakanku hanya kalau bersisa. Iapun pulang larut malam setiap hari karena dari kantor cukup jauh dari rumah. Aku tak pernah mau menanggapi permintaannya untuk pindah lebih dekat ke kantornya karena tak mau jauh-jauh dari tempat tinggal teman-temanku.</p>
<p>Saat  pemakaman, aku tak mampu menahan diri lagi. Aku pingsan ketika melihat tubuhnya hilang bersamaan onggokan tanah yang menimbun. Aku tak tahu apapun sampai terbangun di tempat tidur besarku. Aku terbangun dengan rasa sesal memenuhi rongga dadaku. Keluarga besarku membujukku dengan sia-sia karena mereka tak pernah tahu mengapa aku begitu terluka kehilangan dirinya.</p>
<p>Hari-hari yang kujalani setelah kepergiannya bukanlah kebebasan seperti yang selama ini kuinginkan tetapi aku malah terjebak di dalam keinginan untuk bersamanya. Di hari-hari awal kepergiannya, aku duduk termangu memandangi piring kosong. Ayah, Ibu dan ibu mertuaku membujukku makan. Tetapi yang kuingat hanyalah saat suamiku membujukku makan kalau aku sedang mengambek dulu. Ketika aku lupa membawa handuk saat mandi, aku berteriak memanggilnya seperti biasa dan ketika malah ibuku yang datang, aku berjongkok menangis di dalam kamar mandi berharap ia yang datang. Kebiasaanku yang meneleponnya setiap kali aku tidak bisa melakukan sesuatu di rumah, membuat teman kerjanya kebingungan menjawab teleponku. Setiap malam aku menunggunya di kamar tidur dan berharap esok pagi aku terbangun dengan sosoknya di sebelahku.</p>
<p>Dulu aku begitu kesal kalau tidur mendengar suara dengkurannya, tapi sekarang aku bahkan sering terbangun karena rindu mendengarnya kembali. Dulu aku kesal karena ia sering berantakan di kamar tidur kami, tetapi kini aku merasa kamar tidur kami terasa kosong dan hampa. Dulu aku begitu kesal jika ia melakukan pekerjaan dan meninggalkannya di laptopku tanpa me-log out, sekarang aku memandangi komputer, mengusap tuts-tutsnya berharap bekas jari-jarinya masih tertinggal di sana. Dulu aku paling tidak suka ia membuat kopi tanpa alas piring di meja, sekarang bekasnya yang tersisa di sarapan pagi terakhirnyapun tidak mau kuhapus. Remote televisi yang biasa disembunyikannya, sekarang dengan mudah kutemukan meski aku berharap bisa mengganti kehilangannya  dengan kehilangan remote. Semua kebodohan itu kulakukan karena aku baru menyadari bahwa dia mencintaiku dan aku sudah terkena panah cintanya.</p>
<p>Aku juga marah pada diriku sendiri, aku marah karena semua kelihatan normal meskipun ia sudah tidak ada. Aku marah karena baju-bajunya masih di sana meninggalkan baunya yang membuatku rindu. Aku marah karena tak bisa menghentikan semua penyesalanku. Aku marah karena tak ada lagi yang membujukku agar tenang, tak ada lagi yang mengingatkanku sholat meskipun kini kulakukan dengan ikhlas. Aku sholat karena aku ingin meminta maaf, meminta maaf pada Allah karena menyia-nyiakan suami yang dianugerahi padaku, meminta ampun karena telah menjadi istri yang tidak baik pada suami yang begitu sempurna. Sholatlah yang mampu menghapus dukaku sedikit demi sedikit. Cinta Allah padaku ditunjukkannya dengan begitu banyak perhatian dari keluarga untukku dan anak-anak. Teman-temanku yang selama ini kubela-belain, hampir tak pernah menunjukkan batang hidung mereka setelah kepergian suamiku.</p>
<p>Empat puluh hari setelah kematiannya, keluarga mengingatkanku untuk bangkit dari keterpurukan. Ada dua anak yang menungguku dan harus kuhidupi. Kembali rasa bingung merasukiku. Selama ini aku tahu beres dan tak pernah bekerja. Semua dilakukan suamiku. Berapa besar pendapatannya selama ini aku tak pernah peduli, yang kupedulikan hanya jumlah rupiah yang ia transfer ke rekeningku untuk kupakai untuk keperluan pribadi dan setiap bulan uang itu hampir tak pernah bersisa. Dari kantor tempatnya bekerja, aku memperoleh gaji terakhir beserta kompensasi bonusnya. Ketika melihatnya aku terdiam tak menyangka, ternyata seluruh gajinya ditransfer ke rekeningku selama ini. Padahal aku tak pernah sedikitpun menggunakan untuk keperluan rumah tangga. Entah darimana ia memperoleh uang lain untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga karena aku tak pernah bertanya sekalipun soal itu.Yang aku tahu sekarang aku harus bekerja atau anak-anakku takkan bisa hidup karena jumlah gaji terakhir dan kompensasi bonusnya takkan cukup untuk menghidupi kami bertiga. Tapi bekerja di mana? Aku hampir tak pernah punya pengalaman sama sekali. Semuanya selalu diatur oleh dia.<br />
Kebingunganku terjawab beberapa waktu kemudian. Ayahku datang bersama seorang notaris. Ia membawa banyak sekali dokumen. Lalu notaris memberikan sebuah surat. Surat pernyataan suami bahwa ia mewariskan seluruh kekayaannya padaku dan anak-anak, ia menyertai ibunya dalam surat tersebut tapi yang membuatku tak mampu berkata apapun adalah isi suratnya untukku.</p>
<blockquote><p><em><br />
Istriku Liliana tersayang,<br />
Maaf karena harus meninggalkanmu terlebih dahulu, sayang. maaf karena harus membuatmu bertanggung jawab mengurus segalanya sendiri. Maaf karena aku tak bisa memberimu cinta dan kasih sayang lagi. Allah memberiku waktu yang terlalu singkat karena mencintaimu dan anak-anak adalah hal terbaik yang pernah kulakukan untukmu.</p>
<p>Seandainya aku bisa, aku ingin mendampingi sayang selamanya. Tetapi aku tak mau kalian kehilangan kasih sayangku begitu saja. Selama ini aku telah menabung sedikit demi sedikit untuk kehidupan kalian nanti. Aku tak ingin sayang susah setelah aku pergi. Tak banyak yang bisa kuberikan tetapi aku berharap sayang bisa memanfaatkannya untuk membesarkan dan mendidik anak-anak. Lakukan yang terbaik untuk mereka, ya sayang.</p>
<p>Jangan menangis, sayangku yang manja. Lakukan banyak hal untuk membuat hidupmu yang terbuang percuma selama ini. Aku memberi kebebasan padamu untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang tak sempat kau lakukan selama ini. Maafkan kalau aku menyusahkanmu dan semoga Tuhan memberimu jodoh yang lebih baik dariku.</p>
<p>Teruntuk Farah, putri tercintaku. Maafkan karena ayah tak bisa mendampingimu. Jadilah istri yang baik seperti Ibu dan Farhan, ksatria pelindungku. Jagalah Ibu dan Farah. Jangan jadi anak yang bandel lagi dan selalu ingat dimanapun kalian berada, ayah akan disana melihatnya. Oke, Buddy!</em></p></blockquote>
<p>Aku terisak membaca surat itu, ada gambar kartun dengan kacamata yang diberi lidah menjulur khas suamiku kalau ia mengirimkan note.</p>
<p>Notaris memberitahu bahwa selama ini suamiku memiliki beberapa asuransi dan tabungan deposito dari hasil warisan ayah kandungnya. Suamiku membuat beberapa usaha dari hasil deposito tabungan tersebut dan usaha tersebut cukup berhasil meskipun dimanajerin oleh orang-orang kepercayaannya. Aku hanya bisa menangis terharu mengetahui betapa besar cintanya pada kami, sehingga ketika ajal menjemputnya ia tetap membanjiri kami dengan cinta.</p>
<p>Aku tak pernah berpikir untuk menikah lagi. Banyaknya lelaki yang hadir tak mampu menghapus sosoknya yang masih begitu hidup di dalam hatiku. Hari demi hari hanya kuabdikan untuk anak-anakku. Ketika orangtuaku dan mertuaku pergi satu persatu meninggalkanku selaman-lamanya, tak satupun meninggalkan kesedihan sedalam kesedihanku saat suamiku pergi.<br />
Kini kedua putra putriku berusia duapuluh tiga tahun. Dua hari lagi putriku menikahi seorang pemuda dari tanah seberang. Putri kami bertanya, “Ibu, aku harus bagaimana nanti setelah menjadi istri, soalnya Farah kan ga bisa masak, ga bisa nyuci, gimana ya bu?”<br />
Aku merangkulnya sambil berkata “Cinta sayang, cintailah suamimu, cintailah pilihan hatimu, cintailah apa yang ia miliki dan kau akan mendapatkan segalanya. Karena cinta, kau akan belajar menyenangkan hatinya, akan belajar menerima kekurangannya, akan belajar bahwa sebesar apapun persoalan, kalian akan menyelesaikannya atas nama cinta.”<br />
Putriku menatapku, “seperti cinta ibu untuk ayah? Cinta itukah yang membuat ibu tetap setia pada ayah sampai sekarang?”<br />
Aku menggeleng, “bukan, sayangku. Cintailah suamimu seperti ayah mencintai ibu dulu, seperti ayah mencintai kalian berdua. Ibu setia pada ayah karena cinta ayah yang begitu besar pada ibu dan kalian berdua.”<br />
Aku mungkin tak beruntung karena tak sempat menunjukkan cintaku pada suamiku. Aku menghabiskan sepuluh tahun untuk membencinya, tetapi menghabiskan hampir sepanjang sisa hidupku untuk mencintainya. Aku bebas darinya karena kematian, tapi aku tak pernah bisa bebas dari cintanya yang begitu tulus.</p>
<p>Repost :<br />
Dikutip dari : http://bundaiin.blogdetik.com/2011/10/07/kisah-inspirasi-untuk-para-istri-dan-suami/</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amynote.wordpress.com/418/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amynote.wordpress.com/418/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amynote.wordpress.com/418/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amynote.wordpress.com/418/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amynote.wordpress.com/418/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amynote.wordpress.com/418/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amynote.wordpress.com/418/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amynote.wordpress.com/418/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amynote.wordpress.com/418/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amynote.wordpress.com/418/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amynote.wordpress.com/418/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amynote.wordpress.com/418/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amynote.wordpress.com/418/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amynote.wordpress.com/418/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amynote.wordpress.com&amp;blog=11011067&amp;post=418&amp;subd=amynote&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amynote.wordpress.com/2011/11/12/istri-dan-suami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/28b4b716c5a4e966b0cd947998f8dfa3?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Fahmy pic.-</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sampaikan Bahwa Aku Ada</title>
		<link>http://amynote.wordpress.com/2011/11/04/sampaikan-bahwa-aku-ada/</link>
		<comments>http://amynote.wordpress.com/2011/11/04/sampaikan-bahwa-aku-ada/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Nov 2011 00:12:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fahmy pic.-</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Self]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[9 Matahari]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amynote.wordpress.com/?p=414</guid>
		<description><![CDATA[“ Impianku… oh aku sudah memberikannya nyawa. Aku menghidupkannya dalam hari-hariku. Ketika membuka mataku saat mengawali hari, aku menyapanya. Seperti aku menyapa matahari. Ketika beraktivitas, aku biarkan dia menyelusup ke dalam hatiku, mengintip perasaanku, dan membiarkannya berteriak bahwa ia menungguku. Aku meletakkannya dalam takhta tertinggi di pikiranku. Mengalirkan lewat darahku. Membiarkan semua partikel dalam tubuhku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amynote.wordpress.com&amp;blog=11011067&amp;post=414&amp;subd=amynote&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>“ Impianku… oh aku sudah memberikannya nyawa. Aku menghidupkannya dalam hari-hariku. Ketika membuka mataku saat mengawali hari, aku menyapanya. Seperti aku menyapa matahari. Ketika beraktivitas, aku biarkan dia menyelusup ke dalam hatiku, mengintip perasaanku, dan membiarkannya berteriak bahwa ia menungguku. Aku meletakkannya dalam takhta tertinggi di pikiranku. Mengalirkan lewat darahku. Membiarkan semua partikel dalam tubuhku merasakan sensasinya. Aku biarkan tanganku meraba sebentar seperti apa wujudnya. Merasakan setiap detail keindahannya. Aku biarkan hasratku berkembang pesat.</p>
<p>Tumbuh…tumbuh menjulang tinggi<br />
Menyentuh langit, mendekati matahari&#8230;</p>
<p>Impianku seperti pohon yang menjulang tinggi. Puncaknya menembus awan. Tapi akarnya menancap tanah. Aku membiarkan impianku itu tertanam jauh dalam hatiku. Ragaku ada di bumi, tapi kubiarkan jiwaku melesat, bersamanya jauh… kuikuti ke mana pun ia bermain.</p>
<p>Terbang…terbanglah melayang tinggi…<br />
Seperti layang-layang yang diulur dan menari di atas sana<br />
Kubiarkan dirimu meliuk dilihat semua mata… sampaikan bahwa aku ada ! “</p></blockquote>
<p>Kutipan Novel &#8220;9 Matahari&#8221;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amynote.wordpress.com/414/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amynote.wordpress.com/414/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amynote.wordpress.com/414/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amynote.wordpress.com/414/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amynote.wordpress.com/414/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amynote.wordpress.com/414/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amynote.wordpress.com/414/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amynote.wordpress.com/414/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amynote.wordpress.com/414/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amynote.wordpress.com/414/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amynote.wordpress.com/414/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amynote.wordpress.com/414/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amynote.wordpress.com/414/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amynote.wordpress.com/414/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amynote.wordpress.com&amp;blog=11011067&amp;post=414&amp;subd=amynote&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amynote.wordpress.com/2011/11/04/sampaikan-bahwa-aku-ada/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/28b4b716c5a4e966b0cd947998f8dfa3?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Fahmy pic.-</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kejujuran Dua Manusia Super di Pinggir Jalan</title>
		<link>http://amynote.wordpress.com/2011/11/02/kejujuran-dua-manusia-super-di-pinggir-jalan/</link>
		<comments>http://amynote.wordpress.com/2011/11/02/kejujuran-dua-manusia-super-di-pinggir-jalan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Nov 2011 06:24:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fahmy pic.-</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Kejujuran]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Inspiratif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amynote.wordpress.com/?p=410</guid>
		<description><![CDATA[Kejujuran sebuah kata yang sangat sederhana tapi sekarang menjadi barang langka dan sangat mahal harganya. Memang ketika kita merasa senang dan segalanya berjalan lancar, mengamalkan kejujuran secara konsisten tidaklah sulit, tetapi pada saat sebuah nilai kejujuran yang kita pegang berbenturan dengan perasaan, kita mulai tergoncang apakah tetap memegangnya, atau kita biarkan tergilas oleh keadaan. Sebuah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amynote.wordpress.com&amp;blog=11011067&amp;post=410&amp;subd=amynote&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kejujuran sebuah kata yang sangat sederhana tapi sekarang menjadi barang langka dan sangat mahal harganya. Memang ketika kita merasa senang dan segalanya berjalan lancar, mengamalkan kejujuran secara konsisten tidaklah sulit, tetapi pada saat sebuah nilai kejujuran yang kita pegang berbenturan dengan perasaan, kita mulai tergoncang apakah tetap memegangnya, atau kita biarkan tergilas oleh keadaan. Sebuah kisah kejujuran yang sangat menyentuh hati, dua orang anak kecil menjajakan tisu di pinggir jalan. Membuat kita mesti belajar banyak tentang arti sebuah kejujuran.<br />
<span id="more-410"></span><br />
Siang ini, tanpa sengaja, saya bertemu dua manusia super. Mereka mahluk mahluk kecil, kurus, kumal berbasuh keringat. Tepatnya di atas jembatan penyeberangan Setia Budi, dua sosok kecil berumur kira-kira delapan tahun menjajakan tissue dengan wadah kantong plastik hitam. Saat menyeberang untuk makan siang mereka menawari saya tissue di ujung jembatan, dengan keangkuhan khas penduduk Jakarta saya hanya mengangkat tangan lebar-lebar tanpa tersenyum yang dibalas dengan sopannya oleh mereka dengan ucapan, “Terima kasih Oom!” Saya masih tak menyadari kemuliaan mereka dan cuma mulai membuka sedikit senyum seraya mengangguk ke arah mereka.</p>
<p><img src="https://lh3.googleusercontent.com/-j-PA35Vv9N4/TXcz_w84fUI/AAAAAAAAAlM/mYZrYzKnPVE/s1600/anak.jpg" alt="Kejujuran" /></p>
<p>Kaki-kaki kecil mereka menjelajah lajur lain di atas jembatan, menyapa seorang laki laki lain dengan tetap berpolah seorang anak kecil yang penuh keceriaan, laki-laki itu pun menolak dengan gaya yang sama dengan saya, lagi-lagi sayup-sayup saya mendengar ucapan terima kasih dari mulut kecil mereka. Kantong hitam tempat stok tissue dagangan mereka tetap teronggok di sudut jembatan tertabrak derai angin Jakarta. Saya melewatinya dengan lirikan kearah dalam kantong itu, dua pertiga terisi tissue putih berbalut plastik transparan.</p>
<p>Setengah jam kemudian saya melewati tempat yang sama dan mendapati mereka tengah mendapatkan pembeli seorang wanita, senyum di wajah mereka terlihat berkembang seolah memecah mendung yang sedang menggayuti langit Jakarta.</p>
<p>“Terima kasih ya mbak … semuanya dua ribu lima ratus rupiah!” tukas mereka, tak lama si wanita merogoh tasnya dan mengeluarkan uang sejumlah sepuluh ribu rupiah.</p>
<p>“Maaf, nggak ada kembaliannya … ada uang pas nggak mbak?” mereka menyodorkan kembali uang tersebut. Si wanita menggeleng, lalu dengan sigapnya anak yang bertubuh lebih kecil menghampiri saya yang tengah mengamati mereka bertiga pada jarak empat meter.</p>
<p>“Oom boleh tukar uang nggak, receh sepuluh ribuan?” suaranya mengingatkan kepada anak lelaki saya yang seusia mereka. Sedikit terhenyak saya merogoh saku celana dan hanya menemukan uang sisa kembalian food court sebesar empat ribu rupiah.</p>
<p>“Nggak punya!”, tukas saya. Lalu tak lama si wanita berkata “Ambil saja kembaliannya, dik!” sambil berbalik badan dan meneruskan langkahnya ke arah ujung sebelah timur.</p>
<p>Anak ini terkesiap, ia menyambar uang empat ribuan saya dan menukarnya dengan uang sepuluh ribuan tersebut dan meletakkannya kegenggaman saya yang masih tetap berhenti, lalu ia mengejar wanita tersebut untuk memberikan uang empat ribu rupiah tadi. Si wanita kaget, setengah berteriak ia bilang “Sudah buat kamu saja, nggak apa..apa ambil saja!”, namun mereka berkeras mengembalikan uang tersebut. “Maaf mbak, cuma ada empat ribu, nanti kalau lewat sini lagi saya kembalikan !”</p>
<p>Akhirnya uang itu diterima si wanita karena si kecil pergi meninggalkannya. Tinggallah episode saya dan mereka. Uang sepuluh ribu digenggaman saya tentu bukan sepenuhnya milik saya. Mereka menghampiri saya dan berujar “Om, bisa tunggu ya, saya ke bawah dulu untuk tukar uang ke tukang ojek!” “Eeh … nggak usah … nggak usah … biar aja … nih!” saya kasih uang itu ke si kecil, ia menerimanya, tapi terus berlari ke bawah jembatan menuruni tangga yang cukup curam menuju ke kumpulan tukang ojek. Saya hendak meneruskan langkah tapi dihentikan oleh anak yang satunya, “Nanti dulu Om, biar ditukar dulu … sebentar.” “Nggak apa apa, itu buat kalian” lanjut saya. “Jangan … jangan oom, itu uang oom sama mbak yang tadi juga” anak itu bersikeras. “Sudah … saya ikhlas, mbak tadi juga pasti ikhlas !”, saya berusaha membargain, namun ia menghalangi saya sejenak dan berlari ke ujung jembatan berteriak memanggil temannya untuk segera cepat.</p>
<p>Secepat kilat juga ia meraih kantong plastik hitamnya dan berlari ke arah saya. “Ini deh om, kalau kelamaan, maaf ..”. Ia memberi saya delapan pack tissue. “Buat apa?”, saya terbengong “Habis teman saya lama sih oom, maaf, tukar pakai tissue aja dulu”. Walau dikembalikan ia tetap menolak.</p>
<p>Saya tatap wajahnya, perasaan bersalah muncul pada rona mukanya. Saya kalah set, ia tetap kukuh menutup rapat tas plastik hitam tissuenya. Beberapa saat saya mematung di sana, sampai si kecil telah kembali dengan genggaman uang receh sepuluh ribu, dan mengambil tissue dari tangan saya serta memberikan uang empat ribu rupiah. “Terima kasih Om!”..mereka kembali ke ujung jembatan sambil sayup sayup terdengar percakapan, “Duit mbak tadi gimana ..?” suara kecil yang lain menyahut, “Lu hafal kan orangnya, kali aja ketemu lagi ntar kita kasihin …….”.</p>
<p>Percakapan itu sayup sayup menghilang, saya terhenyak dan kembali ke kantor dengan seribu perasaan. Tuhan, hari ini saya belajar dari dua manusia super, kekuatan kepribadian mereka menaklukan Jakarta membuat saya trenyuh, mereka berbalut baju lusuh tapi hati dan kemuliaannya sehalus sutra, mereka tahu hak mereka dan hak orang lain, mereka berusaha tak meminta minta dengan berdagang tissue.</p>
<p>Dua anak kecil yang bahkan belum balig, memiliki kemuliaan di umur mereka yang begitu belia. Kejujuran adalah mata uang yang berlaku dimana-mana. Apa yang bukan milik kita, pantang untuk kita ambil.</p>
<p>Original Post : http://creatingwebsite-maskolis.blogspot.com/2011/03/dua-manusia-super-di-pinggir-jalan.html</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amynote.wordpress.com/410/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amynote.wordpress.com/410/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amynote.wordpress.com/410/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amynote.wordpress.com/410/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amynote.wordpress.com/410/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amynote.wordpress.com/410/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amynote.wordpress.com/410/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amynote.wordpress.com/410/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amynote.wordpress.com/410/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amynote.wordpress.com/410/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amynote.wordpress.com/410/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amynote.wordpress.com/410/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amynote.wordpress.com/410/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amynote.wordpress.com/410/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amynote.wordpress.com&amp;blog=11011067&amp;post=410&amp;subd=amynote&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amynote.wordpress.com/2011/11/02/kejujuran-dua-manusia-super-di-pinggir-jalan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/28b4b716c5a4e966b0cd947998f8dfa3?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Fahmy pic.-</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://lh3.googleusercontent.com/-j-PA35Vv9N4/TXcz_w84fUI/AAAAAAAAAlM/mYZrYzKnPVE/s1600/anak.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Kejujuran</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>666 &#8211; Angka Setan</title>
		<link>http://amynote.wordpress.com/2011/06/20/666-angka-setan/</link>
		<comments>http://amynote.wordpress.com/2011/06/20/666-angka-setan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Jun 2011 16:23:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fahmy pic.-</dc:creator>
				<category><![CDATA[Canda dan tawa]]></category>
		<category><![CDATA[Hiburan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amynote.wordpress.com/?p=382</guid>
		<description><![CDATA[Ini ada sedikit jenis-jenis angka setan&#8230; 660 &#8211; Estimasi Setan 0.66600 &#8211; Setan High-Precision 666.000 &#8211; float Setan -665 &#8211; NOT Setan 0.666 &#8211; miliSetan 668 &#8211; tetangga sebelah Setan 333 &#8211; setengah Setan 00666 &#8211; kode pos Setan 1-666 &#8211; kode area Setan 081666 &#8211; nomor HP Setan -666 ^1/2 &#8211; Setan imajiner -666 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amynote.wordpress.com&amp;blog=11011067&amp;post=382&amp;subd=amynote&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini ada sedikit jenis-jenis angka setan&#8230;</p>
<p>660     &#8211; Estimasi Setan<br />
0.66600 &#8211; Setan High-Precision<br />
666.000 &#8211; float Setan<br />
-665    &#8211; NOT Setan<br />
0.666   &#8211; miliSetan</p>
<p>668     &#8211; tetangga sebelah Setan<br />
333     &#8211; setengah Setan<br />
00666   &#8211; kode pos Setan<br />
1-666   &#8211; kode area Setan<br />
081666  &#8211; nomor HP Setan<br />
<span id="more-382"></span><br />
-666 ^1/2  &#8211; Setan imajiner<br />
-666       &#8211;   Negative Setan<br />
1010011010 &#8211; Setan biner<br />
29A        &#8211; Setan heksadesimal<br />
/ 666      &#8211; faktor persekutuan Setan<br />
DCLXVI     &#8211; Setan romawi</p>
<p>666!        &#8211; Setan Faktorial<br />
P(666)      &#8211;  Permutasi Setan<br />
C(666,r)    &#8211; Kombinasi Setan<br />
666th-an    &#8211; Kesetan-an</p>
<p>Rp 666,-    &#8211; Setan Rupiah<br />
Rp 665.99   &#8211; Setan TV Media<br />
Rp 732.60   &#8211; Setan + PPN 10%<br />
Rp 665.95   &#8211; harga grosir Setan<br />
US$ 0.083   &#8211; Setan US dollar<br />
6.66%       &#8211; bunga bank Setan</p>
<p>666 C       &#8211; titik didih Setan<br />
666 kal     &#8211; kebutuhan kalori Setan<br />
1332        &#8211; doubleSetan<br />
ACKACKACK   &#8211; Setan ASCII<br />
f(666)      &#8211; fungsi Setan<br />
69          &#8211; setan kamasutra</p>
<p>Lotus 666 &#8211; spreadsheet Setan<br />
Word 6.66 &#8211; word processor Setan<br />
8066686   &#8211; Setan IBM<br />
999       &#8211; Setan terbalik<br />
Nesta     &#8211; Setan main bola<br />
nates     &#8211;  pencerminan setan<br />
Setna     &#8211; pleSetan</p>
<p>666666666666666666  &#8211;  Setaaaaaaaaaaaannnnnnnnnnnnn&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amynote.wordpress.com/382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amynote.wordpress.com/382/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amynote.wordpress.com/382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amynote.wordpress.com/382/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amynote.wordpress.com/382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amynote.wordpress.com/382/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amynote.wordpress.com/382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amynote.wordpress.com/382/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amynote.wordpress.com/382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amynote.wordpress.com/382/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amynote.wordpress.com/382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amynote.wordpress.com/382/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amynote.wordpress.com/382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amynote.wordpress.com/382/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amynote.wordpress.com&amp;blog=11011067&amp;post=382&amp;subd=amynote&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amynote.wordpress.com/2011/06/20/666-angka-setan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/28b4b716c5a4e966b0cd947998f8dfa3?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Fahmy pic.-</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aku (Bag.II)</title>
		<link>http://amynote.wordpress.com/2011/06/20/aku-bag-ii/</link>
		<comments>http://amynote.wordpress.com/2011/06/20/aku-bag-ii/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Jun 2011 16:17:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fahmy pic.-</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amynote.wordpress.com/?p=380</guid>
		<description><![CDATA[Aku sedang jalan.Ada lubang yang Dalam di tepinya.aku terperosok. Aku tak berdaya.Itu bukan salahku. Lama sekali baru aku bisa keluar. Aku sedang jalan di jalan yang sama.Ada lubang yang dalam di tepinya. Aku pura-pura tidak melihatnya. Lagi-lagi aku terperosok. Tidak kusangka aku berada di tempat yang sama lagi. Tetapi itu bukan salahku. Masih saja Lama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amynote.wordpress.com&amp;blog=11011067&amp;post=380&amp;subd=amynote&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku sedang jalan.Ada lubang yang<br />
Dalam di tepinya.aku terperosok.<br />
Aku tak berdaya.Itu bukan salahku.<br />
Lama sekali baru aku bisa keluar.<br />
<span id="more-380"></span><br />
Aku sedang jalan di jalan yang sama.Ada lubang yang dalam di tepinya.<br />
Aku pura-pura tidak melihatnya.<br />
Lagi-lagi aku terperosok.<br />
Tidak kusangka aku berada di tempat yang sama lagi.<br />
Tetapi itu bukan salahku.<br />
Masih saja<br />
Lama sekali baru aku bisa keluar.</p>
<p>Aku sedang jalan di jalan yang sama.Ada lubang<br />
Yang dalam di tepinya.Aku lihat sih.Tetapi tetap<br />
Saja aku terperosok.Sudah jadi kebiasaan.Sekarang<br />
Mataku terbuka.Aku tahu dimana aku berada.<br />
Ini salahku.Aku pun segera keluar.</p>
<p>Aku sedang jalan yang sama.Ada lubang<br />
Yang dalam di tepinya.Akupun menghindarinya.<br />
Aku jalan lewat jalan lain.</p>
<p>sumber : unknown</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amynote.wordpress.com/380/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amynote.wordpress.com/380/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amynote.wordpress.com/380/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amynote.wordpress.com/380/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amynote.wordpress.com/380/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amynote.wordpress.com/380/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amynote.wordpress.com/380/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amynote.wordpress.com/380/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amynote.wordpress.com/380/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amynote.wordpress.com/380/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amynote.wordpress.com/380/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amynote.wordpress.com/380/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amynote.wordpress.com/380/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amynote.wordpress.com/380/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amynote.wordpress.com&amp;blog=11011067&amp;post=380&amp;subd=amynote&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amynote.wordpress.com/2011/06/20/aku-bag-ii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/28b4b716c5a4e966b0cd947998f8dfa3?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Fahmy pic.-</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aku (Bag.I)</title>
		<link>http://amynote.wordpress.com/2011/06/20/aku-bag-i/</link>
		<comments>http://amynote.wordpress.com/2011/06/20/aku-bag-i/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Jun 2011 16:17:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fahmy pic.-</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amynote.wordpress.com/?p=378</guid>
		<description><![CDATA[Ketika aku masih kecil dan bebas, Dan imajinasiku tidak ada batasnya,aku mengimpikan untuk merubah dunia Ketika aku memasuki usia remaja, aku sadar bahwa dunia tak mungkin diubah. Dan aku putuskan untuk mengurangi Impianku sedikit dan hanya mengubah Negaraku.Tetapi itupun tampaknya tidak mungkin. Ketika aku semakin besar dan Semakin bijaksana dalam suatu upaya, Aku berusaha mengubah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amynote.wordpress.com&amp;blog=11011067&amp;post=378&amp;subd=amynote&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika aku masih kecil dan bebas,<br />
Dan imajinasiku tidak ada batasnya,aku<br />
mengimpikan untuk merubah dunia<br />
Ketika aku memasuki usia remaja,<br />
aku sadar bahwa<br />
dunia tak mungkin diubah.<br />
<span id="more-378"></span><br />
Dan aku putuskan untuk mengurangi<br />
Impianku sedikit dan hanya mengubah<br />
Negaraku.Tetapi itupun tampaknya<br />
tidak mungkin.</p>
<p>Ketika aku semakin besar dan<br />
Semakin bijaksana dalam suatu upaya,<br />
Aku berusaha mengubah keluarga ku sendiri,mereka<br />
Yang paling dekat denganku,tetapi sayang,<br />
Mereka tidak menggubrisku.</p>
<p>Dan sekarang ,aku sadar<br />
(mungkin untuk pertama kalinya) bahwa kalau<br />
saja aku mengubah diriku dulu,lalu dengan<br />
teladan mungkin aku bisa mempengaruhi<br />
keluargaku,dan dengan dorongan serta<br />
dukungan mereka mungkin aku bisa membuat<br />
negaraku menjadi lebih baik,dan siapa tahu,………..</p>
<p>mungkin aku bisa mengubah dunia</p>
<p>&lt;&gt;</p>
<p>Sesuatu yang besar bermula dari sesuatu yang kecil…..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amynote.wordpress.com/378/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amynote.wordpress.com/378/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amynote.wordpress.com/378/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amynote.wordpress.com/378/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amynote.wordpress.com/378/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amynote.wordpress.com/378/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amynote.wordpress.com/378/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amynote.wordpress.com/378/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amynote.wordpress.com/378/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amynote.wordpress.com/378/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amynote.wordpress.com/378/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amynote.wordpress.com/378/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amynote.wordpress.com/378/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amynote.wordpress.com/378/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amynote.wordpress.com&amp;blog=11011067&amp;post=378&amp;subd=amynote&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amynote.wordpress.com/2011/06/20/aku-bag-i/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/28b4b716c5a4e966b0cd947998f8dfa3?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Fahmy pic.-</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cara Alam Bercanda</title>
		<link>http://amynote.wordpress.com/2011/06/20/cara-alam-bercanda-2/</link>
		<comments>http://amynote.wordpress.com/2011/06/20/cara-alam-bercanda-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Jun 2011 16:02:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fahmy pic.-</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amynote.wordpress.com/?p=367</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkah kita alami hal-hal ini: Ketika hujan deras mengguyur, kita alpa membawa payung. Lalu kita pun berbasah kuyup kedinginan. Namun, ketika kita siapkan jas hujan, justru panas terik datang membakar hari. Sebalkah anda? Atau mungkin kita pernah begitu terburu-buru mengejar waktu, tetapi lalu-lintas tersendat-sendat seolah membiarkan kita terlambat. Namun, ketika kita ingin melaju tenang, pengendara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amynote.wordpress.com&amp;blog=11011067&amp;post=367&amp;subd=amynote&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pernahkah kita alami hal-hal ini: Ketika hujan deras mengguyur, kita alpa membawa payung. Lalu kita pun berbasah kuyup kedinginan. Namun, ketika kita siapkan jas hujan, justru panas terik datang membakar hari. Sebalkah anda? Atau mungkin kita pernah begitu terburu-buru mengejar waktu, tetapi lalu-lintas tersendat-sendat seolah membiarkan kita terlambat. Namun, ketika kita ingin melaju tenang, pengendara belakang malah membunyikan klakson agar kita mempercepat langkah. Sebalkah anda? Huh! Mengapa keadaan seringkali tak bersahabat? Mereka seakan meledek, mengecoh, bahkan tertawa terbahak-bahak. Inikah yang disebut dengan “ketidakmujuran”?</p>
<p>Sadari saja, itu adalah cara alam menghibur kita. Itulah cara alam mengajak kita tersenyum, menertawakan diri sendiri, dan bergurau secara nyata. Kejengkelan itu muncul dari kerena kita tak mencoba bersahabat dengan keadaan. Kita hanya mementingkan diri sendiri. Kita lupa bahwa jika toh keinginan tak tercapai, tak ada salahnya kita sambut dengan senyum – meski kecut, tak apalah!<br />
***</p>
<p>sumber : Female milis club</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amynote.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amynote.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amynote.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amynote.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amynote.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amynote.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amynote.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amynote.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amynote.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amynote.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amynote.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amynote.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amynote.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amynote.wordpress.com/367/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amynote.wordpress.com&amp;blog=11011067&amp;post=367&amp;subd=amynote&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amynote.wordpress.com/2011/06/20/cara-alam-bercanda-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/28b4b716c5a4e966b0cd947998f8dfa3?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Fahmy pic.-</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Catatanku 5 [17 Agustus]</title>
		<link>http://amynote.wordpress.com/2011/06/20/catatanku-5-17-agustus/</link>
		<comments>http://amynote.wordpress.com/2011/06/20/catatanku-5-17-agustus/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Jun 2011 05:44:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fahmy pic.-</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatanku]]></category>
		<category><![CDATA[catatanku]]></category>
		<category><![CDATA[cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amynote.wordpress.com/?p=330</guid>
		<description><![CDATA[Linkungan baru membuat perubahan besar buat ku, mulai dari kebiasaan berangkat sampai pulang sekolah membuat ku harus berpisah dengan putra. berangkat dan pulang sekolah tidak lagi bersama putra, bermain-main juga tidak lagi bersama putra. putra yang dari kecil sebagai teman sepermainanku , bahkan pernah kita hampir tidak dapat dipisahkan saat masih ditaman kanak-kanak. aku membela [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amynote.wordpress.com&amp;blog=11011067&amp;post=330&amp;subd=amynote&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Linkungan baru membuat perubahan besar buat ku, mulai dari kebiasaan berangkat sampai pulang sekolah membuat ku harus berpisah dengan putra. berangkat dan pulang sekolah tidak lagi bersama putra, bermain-main juga tidak lagi bersama putra. putra yang dari kecil sebagai teman sepermainanku , bahkan pernah kita hampir tidak dapat dipisahkan saat masih ditaman kanak-kanak. aku membela tidak mau masuk sekolah karena putra tidak masuk sekolah, aku memaksa ibu menulis surat izin sakit.</p>
<p>&#8220;ya sudah, bilang aja ke Bu guru klo ical juga lagi sakit. sama kayak putra&#8221;.<br />
<span id="more-330"></span><br />
dan aku <em>ngotot</em> agar keterangan &#8216;sama seperti putra&#8217; juga dituliskan kedalam surat izin agar ibu guru bisa percaya dengan alasan yang yang aku berikan. ibuku hanya tertawa mendengar alasan ku. lain cerita ketika putra bertahan untuk enggan membawa bekal ke sekolah karena lauk yang diberikan ibunya tidak sama dengan lauk yang ku punya. </p>
<p>&#8220;pokoknya harus sama kayak punya ical&#8221; bentak putra kepada ibunya. </p>
<p>namun, mulai saat ini kebersamaan aku dan putra harus mulai terkikis akibat kepindahan keluargaku ke lingkungan yang baru. tidak hanya itu, perbedaan kelas antara aku di 5-A dan putra di 5-C juga sebagai alasan. belum sebentar lagi acara 17-an yang mengharuskanku untuk tetap fokus bersama teman-teman sekelas untuk mempersiapkan lomba menghias kelas, lomba gerak jalan, dan perlombaan antar kelas lainnya. </p>
<p>=======================================================</p>
<p>&#8220;anak-anak, untuk acara 17-an tahun ini kepala sekolah kita akan membagi dua tingkat perlombaan. pertama untuk kelas 1 sampai dengan kelas 3, dan kedua kelas 4 sampai kelas 5 &#8220;. seru pak anwar di depan kelas. </p>
<p>&#8220;huuuuu&#8230; huuuu&#8230; &#8220;. serentak teman sekelasku bersorak. sepertinya mereka tidak menerima kebijakan kepala sekolah kali ini. </p>
<p>&#8220;pastilah tuh, kasti anak kelas 6 lah yang menang. kasti apa lagi, pas lah kalah kita. kita kecil-kecil badan nya&#8221; seru koko, salah satu teman sekelasku yang pesimis kelas kita akan kalah pada perlombaan 17-an kali ini. sedikit ku cibirkan bibirku meng-iya kan perkataannya. </p>
<p>&#8220;tenang woy, lomba menghias kelas kan masih ada. kita mantap kan kelas kita&#8221; teriak lisa dari sudut depan kelas. lisa sebagai ketua kelas mencoba untuk tetap memberi semangat kepada teman-teman agar tidak putus asa pada perlombaan kali ini. </p>
<p>&#8220;alah, itu kerjaan anak perempuan&#8221; teriak koko lagi.<br />
&#8220;emang pernahlah kita menang lomba? &#8221; seru lisa.<br />
&#8220;bah, taun lalu kasti kita menang ya. lawan kelas 4-B menang kita. walaupun sama kelas 4-C kalah kita&#8221; balas koko.<br />
&#8220;ya itukan kita lawan sesama kelas 4. jadi taun ini kita coba lawan anak kelas 6. minimal adalah satu piala buat kelas kita&#8221; semangat lisa tetap belum padam, bahkan semakin berkobar menjalar ke teman-teman yang lain. </p>
<p>&#8220;betul, masih ada gerak jalan juga. kita yang anak pramuka bisa minta bantu sama pak anwar ajarin baris-berbaris&#8221; sambut ku yang semakin yakin akan kemenangan yang akan kita peroleh. mengingat juga pak anwar wali kelas 5-A dan juga pembina pramuka yang <em>seenggaknya</em> mengerti baris-berbaris. &#8220;nanti biar aku aja yang ngomong sama pak anwar&#8221;. kebetulan aku adalah pimpinan salah satu regu pramuka di SD ku jadi bisa memudahkan akses langsung ke pembina pramuka. </p>
<p>&#8220;oke pas..&#8221; lisa mulai mengarahkan teman-temannya.  &#8220;gerak jalan ical yang ngurus ya. menghias kelas ke aku aja. koko, kau yang atur strategi kasti ya. kau kaptennya &#8220;</p>
<p>satu minggu lagi hari kemeriahan akan segera terlaksana. hari-hari kami begitu sibuk mengurusi persiapan kemeriahan itu. kertas-kertas minyak yang didominasi warna merah dan putih mulai tampak berserakan di dalam kelas ku. bendera-bendera kecil bergelantungan menyilang dan berzigzag di langit-langit kelas. bambu-bambu runcing ditancapkan didepan kelas, tak lupa pula dicat berwarna merah layaknya darah yang mengalir diujung bambu tersebut. sebuah papan kecil yang bertuliskan &#8220;Dirgahayu Republik Indonesia&#8221; menggantung didepan kelas yang ditopang oleh dua bilah bambu tinggi. kadang sesekali terdengar suara ledakan dari meriam bambu yang berasal dari kelas 5-C . ternyata putra yang mahir membuat kerajinan tradisional memperlihatkan kebolehannya dalam membuat meriam bambu, walaupun pada akhirnya meriam itu tak lagi berbunyi karena dilarang oleh kepala sekolah untuk dinyalakan. mengganggu katanya. </p>
<p>peluit kecil yang berada di bibir ku berkali-kali kutiupkan untuk melatih teman-teman gerak jalan. kami berlatih disekitar lapangan upacara sekolah. tampak grup gerak jalan dari kelas lain juga sedang berlatih disini. suara peluit bersahutan kesana-kemari. kadang malah merusak formasi barisan karena teman-teman salah mendengar suara peluit. aku yang semakin selektif hanya mengikut sertakan teman-teman sekelas yang juga anak pramuka untuk ikut dalam gerak jalan demi meraih kemenangan. dan teman-teman sisanya dapat membantu lisa menghias kelas. tidak ada kesenjangan dan tidak ada kedengkian bagi teman-teman yang tidak ikut serta dalam gerak jalan. mereka dapat saling mengerti dengan kondisi yang kita hadapi. dan sebagian juga ada yang bersama koko untuk bermain kasti di sudut sekolah. ya bermain kasti bukan berlatih kasti.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p>3 hari sudah kita berlatih dan mempersiapkan segala sesuatunya demi mendukung kegiatan sekolah dan berharap kemenangan akan diraih. aku baru tersadar setelah melihat jauh kearah kerumunan barisan gerak jalan yang lain. alinda juga ikut mewakili kelasnya. dia berada barisan tengah paling depan di kelasnya, mungkin karena postur tubuhnya yang lumayan tinggi. tidak sulit untuk melihatnya sedang berbaris. </p>
<p>&#8220;wah, sepertinya bakalan menarik&#8221; benakku berkata.</p>
<p>ada sedikit perubahan setelah mengetahui bahwa alinda juga berlatih gerak jalan. aku jadi semakin salah tingkah. sesekali aku bawa barisan kelas ku melewati barisan kelas nya. peluit semakin kencang aku tiup, suara ku semakin keras meneriaki aba-aba gerak jalan. walaupun aku tidak tahu maksud dari semua yang aku lakukan ini. aku hanya ingin terlihat gagah di depan alinda. beberapa kali tatapanku melirik ke arah barisan alinda. alinda juga belum tersadar bahwa aku menjadi pemimpin barisan untuk kelas ku. teriakanku semakin kencang dan alinda juga belum sedikitpun melirik ke arah ku. </p>
<p>&#8220;ya iya lah. kita belum saling kenal&#8221;</p>
<p>saat istirahat pun tiba, barisan aku bubarkan. teman-teman ku menuju kantin sekolah untuk membeli makanan dan minuman. tapi aku tidak langsung mengikuti mereka, aku sedikit berputar melihat sekeliling lapangan sapa tau terlintas alinda di pandanganku. <em>konyol</em> sekali rasanya setiap kali latihan gerak jalan aku selalu melintas tepat di depan barisan alinda. setiap kali istirahat aku menyempatkan diri untuk mencoba mencari dimana alinda berada. sekali pernah aku melihat dia pergi kearah kantin bu imas. tanpa sadar aku langsung agresif juga ikut mengikuti alinda ke kantin bu imas. saat aku berada tepat disebelahnya aku mencoba memberikan perhatian beberapa kali, membeli makanan yang sama dengan yang alinda beli, teriak memanggil bu imas yang sedang sibuk melayani anak-anak yang lain. tapi tetap saja, alinda belum tersadar bahwa aku berada disebelahnya saat ini. </p>
<p>&#8220;aku harus kenalan dengannya, tapi bagaimana caranya ?&#8221;</p>
<p>semakin hari semakin galau, berusaha untuk kenalan dengan alinda tapi tidak memiliki keberanian. aku belum pernah sejarahnya berkenalan dengan seorang cewek. maklumlah masa-masa SD masih terbilang anak-anak. sekali aku berfikir apa masa puberku sekarang ini, masih kelas 5 SD ? tertegun sejenak. lucu rasanya aku mengingat beberapa hari ini dengan apa yang aku lakukan saat latihan di sekolah. </p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>hari peringatan 17 Agustus pun tiba. upacara bendera dilakukan di lapangan bola kaki milik komplek perumahanku. upacara bendera dihadiri oleh berbagai elemen, mulai dari buruh karyawan perusahaan swasta yang mengolah aluminium, anak SMA , SMP , dan SD yang berada didalam komplek perumahanku. pagi itu cuaca lumayan cerah, tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. sehingga energi tidak terlalu terbuang saat upacara, dan masih bisa digunakan untuk perlombaan gerak jalan dan kasti yang akan dilaksanakan selesai upacara. beberapa teman-teman yang tidak mengikuti perlombaan kembali ke kelas untuk memantikan kelas tetap indah dan rapi, tidak ada hiasan-hiasan kelas yang terlepas. dan ada juga yang pergi ke bazar 17-an yang telah dipersiapkan oleh perusahaan aluminuim itu. sudah tradisi di komplek perumahan perusahan swasta ini. setiap tanggal 17 agustus selalu ada bazar dan perlombaan-perlombaan tradisional yang disponsori oleh perusahaan sendiri untuk menghibur warganya. </p>
<p>pelaksanaan gerak jalan berjalan dengan lancar, kita melewati rute yang sudah dipersiapkan oleh panitia sekolah. beberapa tim penilai ditempatkan di beberapa <em>spot</em> sepanjang rute. saat tim penilai terlihat oleh ku, aku mempersiapkan lagu-lagu nasional yang mengiringi gerakan langkah barisanku. mulai dari lagu Bagimu Negeri, Halo-Halo Bandung, Maju Tak Gentar, dan lagu lainnya. berharap dengan nyanyian ini mendapat nilai tambah bagi tim penilai untuk berisan kelas ku.</p>
<p>selesai pelaksanaan gerak jalan dilanjutkan pertandingan kasti antar kelas. semua anak-anak sudah berada mengelilingi lapangan sekolah. sebuah tenda kecil dipersiapkan panitia sekolah untuk melindungi anak-anak yang sedang menonton pertandingan kasti. aku sedikit berharap pada pertandingan kali ini kelas ku akan dibawa ke final setelah melihat lawan-lawan yang dihadapi oleh tim kelas ku. semuanya dibawah tingkat kelas 5 SD. kelas ku menang melawan kelas 4A , 4C dan ada juga yang setingkat yaitu kelas 5B. hal ini yang akan membawa kita ke final kasti. namun, keresahan ku mulai timbul ketika melihat lawan tim kelasku di final. kelas 5C. kelas nya putra. dari history kemenangan kelas 5C, mereka menuju final setelah melawan dan menundukkan anak-anak kelas 6. aku yakin putra dibalik semua ini, putra tidak hanya unggul dibidang membuat permainan tradisional bahkan dia juga unggul dalam bidang olahraga. setelah aku tahu bahwa putra kapten tim kasti di kelasnya menambah keyakinanku atas kehebatan dari tim mereka. </p>
<p>pertandingan kasti pun usai, kemenangan telak diraih oleh kelas 5C setelah melawan kelas ku. teman-teman pun menerima kekalahan ini dan mengakui kehebatan kelas 5C. tapi kita tidak terlalu bersedih hati, kita juga bangga atas kemampuan kita menuju final. paling tidak kita mendapatkan piala runner up. itu semua berkat Koko sebagai kapten dan berkat lisa sebagai ketua kelas yang telah memberi semangat kepada kita semua. </p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-  </p>
<p>pada sore hari warga komplek sudah berkumpul kembali di bazar komplek untuk menyaksikan beberapa pengumuman perlombaan dan penyerahan piala. sudah menjadi kerjasama umum. mulai dari TK, SD, SMP, SMA, dan perusahaan aluminium sendiri mengadakan perlombaan di masing-masing institusinya. dan semua pengumuman pemenangnya dijadikan satu saat sore hari di bazar 17-an. oleh karena itu, kebijakan dari perusahaan aluminium mengadakan bazar ini demi tali silaturahmi antar warga dan institusi-institusi yang berada didalam komplek. </p>
<p>tiba saatnya pengumuman untuk tingkat Sekolah Dasar. pengumuman dimulai dari pertandingan kasti yang sudah pasti pemenangnya siapa, masing-masing kapten sang juara kelas 5C dan Runner Up kelas 5A dipersilahkan untuk naik ke atas panggung bazar 17-an. aku melihat Putra dan Koko bersama-sama menerima penghargaan dan mengangkat piala kebanggan. Pengumuman dilanjutkan pada perlombaan menghias kelas. lagi aku mendengar kelas 5C ternyata menjadi juara pertama menghias kelas, aku sedikit menerima kemenangan kelas 5C mengingat ada meriam bambu buatan Putra yang menghiasi didepan kelas mereka. lamunan ku sedikit panjang karena melihat Putra kembali naik ke atas panggung. kebanggaan tersendiri buat aku melihat teman sewaktu kecil ku menerima 2 penghargaan sekaligus. lamunanku akhirnya pecah ketika melihat lisa juga menaiki tangga panggung bazar 17-an. ternyata aku tidak sadar ketika tahu bahwa kelas ku meraih juara 3 lomba menghias kelas. kebanggaan kelas ku pun memuncak setelah aku menerima penghargaan sebagai juara pertama lomba gerak jalan. penghargaan <em>hatrick </em> diterima oleh kelas 5A karena meraih runner up pada pertandingan kasti, juara 3 lomba menghias kelas, dan juara pertama lomba gerak jalan. berbeda dengan kelas 5C yang hanya memperoleh 2 penghargaan saja. </p>
<p>usai pengumuman berbagai perlombaan dan pertandingan, bazar dimeriahkan dengan penampilan band-band dan penyanyi lokal yang diundang oleh perusahaan aluminum. aku bersama orang tua ku menikmati jajanan yang dijual disepanjang kawasan bazar. sesekali aku lihat berbagai souvenir dijual juga di bazar ini, baju, celana, pernak pernik perhiasan juga dijajakan. pandanganku terhenti ketika melihat putra bersama teman-teman sekelasnya yang sedang bersorak atas kemenangan kelas mereka. sudah lama aku tidak bertutur sapa kepada putra semenjak kepindahan ku ke rumah yang baru, jadi kali ini aku berusaha mendekati putra untuk menyapanya. </p>
<p>&#8220;woi put, selamat ya&#8230; hebat kali kau&#8221; sapa ku. </p>
<p>aku sedikit shock karena putra tidak membalas sapa ku. putra hanya melihat ku sebentar kemudian kembali bersama teman-temannya. dan malah putra langsung mengajak teman-teman nya pergi untuk membeli makanan bersama demi memeriahkan kemenangan mereka. aku tahu putra sadar dan mendengar sapa ku. tapi ntah kenapa aku dihiraukan begitu saja.<br />
&#8220;putra kenapa ya?&#8221; benakku berkata. </p>
<p>tanpa pikir panjang aku pun kembali kepada kedua orang tua ku dan meminta izin untuk berkumpul bersama teman-teman sekelas ku yang sejak tadi tiada henti-hentinya bersorak atas 3 kemenangan yang kita raih. kita telah mengukir kemenangan terbanyak di SD ku sepanjang sejarah. </p>
<p>===========================================<br />
to be continued&#8230;.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amynote.wordpress.com/330/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amynote.wordpress.com/330/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amynote.wordpress.com/330/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amynote.wordpress.com/330/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amynote.wordpress.com/330/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amynote.wordpress.com/330/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amynote.wordpress.com/330/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amynote.wordpress.com/330/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amynote.wordpress.com/330/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amynote.wordpress.com/330/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amynote.wordpress.com/330/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amynote.wordpress.com/330/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amynote.wordpress.com/330/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amynote.wordpress.com/330/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amynote.wordpress.com&amp;blog=11011067&amp;post=330&amp;subd=amynote&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amynote.wordpress.com/2011/06/20/catatanku-5-17-agustus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/28b4b716c5a4e966b0cd947998f8dfa3?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Fahmy pic.-</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
