Kisah seorang anak kecil….

Posted: January 28, 2010 in pic.-

ceritanya ini tentang temen adik saya
sebut saja namanya AD umurnya baru sekitar 8 tahun lah, masih kelas 3 SD

anak ini memang kesehariannya termasuk anak yang aktif banget. nakal banget gitu maksudnya, jadinya dia itu terkenal di kampung saya. dia memang anaknya ceria, tapi dia juga sering bikin temannya nangis. kalau siang-siang main sama temennya kadang suka ribut. terus kalau hujan, dia suka main air, naik pagar orang terus loncat ke kubangan air. ya gitu lah. tipikal anak nakal di kota kecil.

ibu saya sendiri bilang, kadang-kadang kesel banget ke anak ini. tapi kalau misalkan kenakalan AD ini diceritakan ke ibunya, ibu AD ini tidak mau percaya kalau anaknya nakal. secara dia anak tunggal. lagian ibu mana sih yang terima kalau anaknya dibilang nakal? tapi memang karena ada sisi-sisi baik dari AD yang sangat kelihatan. jadi, meskipun nakal (banget) tapi AD suka membantu ibunya dan punya banyak teman.

AD ini hanya tinggal berdua bersama ibunya. ayahnya kerja di jakarta, jadi jarang pulang. nah ceritanya ini dimulai hari raya idul fitri kemarin. ayahnya libur dari pekerjaannya dan pulang untuk berkumpul bersama keluarganya. saya sampai bisa membayangkan kegembiraan AD berkumpul bersama ayahnya. karena biasanya, satu-satunya cara AD berhubungan dengan ayahnya ialah dengan berbicara melalui telepon genggam ibunya. pernah suatu ketika, karena ibu AD biasanya menyerahkan telepon genggamnya ke AD seraya berkata “ini ayahmu” sampai-sampai ceritanya dulu itu AD pernah bertanya ke ibunya “Bu, ayahku ini HP tah?”

kira-kira sudah seminggu setelah idul fitri, ayah AD bersiap untuk kembali ke jakarta. saat itu, tiba-tiba AD berkata kepada ayahnya “Ayah ntar kalau pulang lagi ke sini, barang-barangnya ayah yang di sana (jakarta) bawa semua ya ke sini. udah di sini aja ntar sama ibu”. Ayahnya lalu mengiyakan saja. anak satu-satunya, yang juga jarang sekali ditemui, jadi bagi ayahnya udah apa saja pokoknya iya buat AD. hari minggu itu ayahnya berangkat ke jakarta.

lalu hari jumat sore setelah keberangkatan ayahnya minggu itu, turun hujan deras. seperti biasa AD ini terlihat hujan-hujanan. ia main air sambil naik-naik ke pagar lalu loncat ke genangan air. namun malamnya, ia terlihat terus-terusan memegang perutnya. sakit katanya. tapi sewaktu ditanya oleh ibunya kenapa, AD tidak mengatakan ada apa-apa. ibunya sudah mulai khawatir, apakah mungkin AD tadi jatuh, atau dipukul temannya, atau gimana. biasa kan, anak kecil, kalau ada kenapa-kenapa yang sakit mereka biasanya ga mau bilang ada apa atau kenapa. lagian untuk anak dengan watak seperti AD, biasanya kalau ada yang sakit kan ditahan-tahan sendiri.

sabtu esoknya AD masih merasa sakit di perutnya. karena saat itu masih libur lebaran, jadi AD memang tidak sekolah. ibunya lalu membawa AD ke puskesmas. tapi saat itu kondisinya kan habis idul fitri, jadinya puskesmas masih sepi. dokternya belum ada, yang ada cuma perawatnya. perawat itu kemudian mulai menanyakan gejala-gejala yang dirasakan AD, lalu memberi ibunya obat.

sepulang dari puskesmas AD minta untuk beristirahatnya di rumah nenek saja, yang letaknya memang tidak jauh dari rumahnya, hanya berseling 1 gang dari rumahnya. sesampai di rumah neneknya AD langsung tidur, kelihatannya udah agak baikan. jadi oleh ibunya dibiarkan saja istirahat. tapi ternyata siang harinya sekitar pukul setengah tiga, sakit yang dirasakan AD makin parah. melihat anaknya kesakitan, sang ibu tidak mau ambil resiko. ia langsung membawa AD ke rumah sakit.

sesampai di rumah sakit, AD langsung masuk ruang opname. dokter yang memeriksa saat itu langsung me-rongent perut AD. dari hasil rongent terlihat ada sesuatu di perut AD. tapi, menurut dokter hasil rontgentnya jelek dan kurang jelas sehingga dokter itu mengatakan bahwa ia belum bisa menyimpulkan apa-apa. dokter tersebut kemudian menyatakan bahwa AD perlu di-CT-Scan besok minggu siang untuk mendapat hasil yang lebih jelas dan mengatakan bahwa ada kemungkinan kalau AD perlu dioperasi.

sang ibu langsung menghubugi suaminya dan memberitahukan keadaan anak semata wayangnya, bahwa AD masuk rumah sakit dan perlu melakukan CT-Scan bahkan ada kemungkinan untuk dioperasi. ibu AD meminta ayahnya untuk pulang, sehingga malam itu pula ayahnya berangkat untuk pulang dengan menaiki bis.

semalam dirawat di rumah sakit, kondisi AD minggu pagi sudah mulai baikan. ia sudah bisa diajak bicara. sampai siang hari datang, kondisi yang AD makin membaik membuat dokter mengatakan bahwa sepertinya tidak perlu dioperasi sehingga AD tidak jadi melakukan CT-Scan. sang ibu lalu menghubungi suaminya untuk memberitahukan bahwa kemungkinan AD tidak jadi operasi, jadi tidak perlu terlalu khawatir. ibu AD takut kalau-kalau suaminya terlalu khawatir sehingga terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. siang itu AD bilang kepada ibunya kalau nanti saat ia sudah sembuh, ia ingin diantar naik mobil. sang ibu lalu menghiburnya, “iya nanti naik mobil kamu, makanya cepetan sehat ya nak,” yang lalu diiyakan oleh AD.

kemudian ibunya bilang ke AD bahwa ia mau makan dulu di luar, karena ibunya belum makan dari pagi dan di dalam ruang ICU tidak boleh makan. AD lalu berkata pada ibunya “bu, Aku jangan ditinggal, bu. Aku jangan ditinggal ya bu” ibunya menjawab “nggak, nak. ibu ada luar ini, di sebelah” -sambil menunjuk jendela di samping AD- “ibu nanti di sana terus. ntar kalau ada apa-apa ini minta mbaknya (perawat) manggil ibu”.

lalu ibu AD keluar ruangan untuk makan. di luar ada beberapa tetangga yang ikut mengantarkan dan menjaga. tidak berselang berapa lama, ibu AD tiba-tiba merasa ia ingin sekali berwudlu. lalu ibu AD menitipkan putranya ke tetangga-tetangga yang ada dengan ijin untuk mengambil wudlu. nah, saat ibu AD pergi mengambil wudlu itulah tiba-tiba kondisi AD memburuk. perawat langsung lari mencari dan memanggil sang ibu. diberi tahu bahwa kondisi anaknya memburuk, sang ibu langsung panik. di kamar ICU, kondisi AD sudah sangat parah dan memprihatinkan. alat bantu pernafasan sudah dipasang di mulut AD karena AD sudah nampak seperti yang kehabisan nafas. para perawat menggosok dada AD yang sepertinya kesulitan mendapatkan udara. ibu AD mulai menjerit dan menangis memanggil-manggil anaknya. “nak… kamu kok ngebohongin ibu nak, kok bohong kamu ke ibu, katamu tadi sudah ngak pa-pa…” ratapnya sambil menangis

kodisi AD tidak dapat bertahan. sekitar pukul 2 siang, hari minggu itu, AD menghembuskan nafasnya yang terakhir di pelukan ibunya yang menangis. jenazah AD lalu segera dirawat (dimandikan dan dikafani). kemudian salah seorang tetangga yang ada di sana menelepon ayah AD menggantikan ibunya, yang tidak sanggup karena terlalu sedih dan terpukul karena kepergian anaknya, menanyakan sudah sampai mana. ayah AD menjawab bahwa ia baru sampai sekitar cirebon. sewaktu ayah AD bertanya balik ada apa, para tetangga cuma menjawab “nggak ada apa-apa. ya tanya aja sudah nyampai mana”. ini dilakukan karena para tetangga takut akan apa nantinya yang terjadi di perjalanan kalau ayahnya langsung diberi tahu tentang ini.

sekitar jam 3 sore, jenazah AD sudah selesai dirawat yang lalu langsung diantar ke kediaman AD dengan ambulan. di tengah perjalanan, di dalam ambulan, ibu AD berkata pada jenazah anaknya sambil menangis “ini nak, kamu tadi kan minta pulangnya dianterin pake mobil, nak. ini sudah dituruti, nak. naik mobil kamu”

saat mobil ambulan tiba di rumah AD, di sana para tetangga sudah berdatangan untuk melayat. tidak ketinggalan puluhan teman-teman AD, anak-anak kecil sebaya AD, termasuk adik saya, berkumpul di sana. saya sampai tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan ibunya saat turun dari ambulan, yang disambut oleh anak-anak kecil seusia AD, lalu melihat ke kerumunan teman-teman putranya itu, dan menyadari bahwa anaknya tidak lagi berada di antara mereka.

jenazah AD langsung disholati, yang lalu disambung dengan tahlil. jenazah AD tidak langsung dimakamkan karena harus menunggu ayahnya sampai ke rumah. karena tidak terbayang bagaimana perasaan seorang ayah, jika saat ia datang ke rumah, ia langsung dihadapkan ke makam putra satu-satunya.

semalam penuh jenazah AD menunggu ayahnya tiba, dan semalam itu pula ayah AD mencoba menghubungi istrinya melalui telepon genggam. namun ibu AD tidak kuasa untuk menerimanya, sehingga para tetangga yang menerimanya. selama itu pula, tiap kali ayah AD menelepon, yang ternyata diangkat oleh tetangganya, ayah AD selalu bertanya ‘bagaimana? mana istrinya?’. dan para tetangga hanya bisa menjawab “tidak ada apa-apa” yang lalu dilanjutkan dengan dalih bahwa istrinya sedang sholat, atau sedang ke kamar mandi, atau yang lainnya.

hingga hari senin pukul 7 pagi, posisi ayah AD masih sekitar sejam perjalanan lagi. rencananya ayah AD begitu sampai di terminal ia akan langsung menuju ke rumah sakit dengan angkot. tapi oleh tetangga dicegah dan diberitahu kalau sampai terminal nanti langsung dijemput naik motor.

senin itu hari pertama masuk sekolah setelah liburan. jadi SD-SD pulang pagi. sehingga selesai sekolah, murid-murid sekelas AD datang semua melayat AD. termasuk pula adik saya.

sekitar jam 8.30 pagi itu ayah AD baru sampai di terminal yang lalu dijemput oleh salah seorang tetangga. gang rumah AD tidak diberi bendera tanda berkabung karena takut nanti bisa terlihat oleh ayah AD dari jauh. Ditakutkan ayah AD bisa jatuh dari motor saking kagetnya. sebagai gantinya bendera berkabung dibiarkan berada di satu gang sebelum memasuki gang rumah AD. karena memang seminggu sebelumnya ada penghuni gang tersebut yang juga meninggal

sekitar jam 9 ayah AD memasuki kompleks perumahan. ia melihat bendera tanda berkabung itu, namun tidak di gang rumahnya. jadi ia tidak merasakan apa-apa. namun begitu ia turun dari motor, memasuki gang rumahnya dan melihat tenda yang dipasang dan orang-orang seta anak-anak yang berkumpul di depan rumahnya, ayah AD saat itu pula langsung pingsan.

Senin itu sekitar jam 10 pagi jenazah AD dimakamkan

kini ayah AD telah berhenti dari pekerjaannya di jakarta dan tinggal bersama ibunya di rumah, seperti permintaan AD sebelumnya.

=====================================================

Note : Thanks buat Anditya Arifianto, sebagai nara sumber dari cerita ini…

Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s