Catatanku 1 (…)

Posted: July 26, 2010 in Catatanku
Tags: , ,

tok-tok-tok.. ketukan ibu dari pintu kamar membangunkan ku.. dengan perlahan ku buka mata karena silauan sinar matahari yang melewati celah-celah kamar jendela menusuk tajam ke arah mata ku.sekali lagi ibu mengetuk pintu kamar ku, kali ini ketukannya tidak sekali atau dua kali saja, bahkan terus menerus… aku tau kalau ibu sudah seperti ini pasti tidak akan pernah berhenti mengetuk pintu kamar ku sampai aku benar-benar terbangun dan keluar kamar untuk sholat subuh.
hari ini aku bangun sedikit telat, mungkin karena tadi malam aku main dirumah putra sampai kelupaan kalau hari sudah malam, kalau saja tadi malam ibu tidak menelpon sepertinya aku bakalan tidur di rumah putra. walaupun rumah putra tepat berada didepan rumah ku yang hanya di batasi oleh lapangan kecil tetap saja kalau sudah malam harus pulang kerumah.
semua perlengkapan sudah,seragam putih merah sudah melekat erat di tubuh ku,dasi merah segera kukalungkan di leher dan kerah bajuku, topi merah berlogo Tut Wuri Handayani menempel di atas kepalaku. tas ku yang berwarna hitam polos juga sudah tersusun rapi buku-buku pelajaran buat hari ini. dengan segera kusalam kedua orang tua ku sebelum berangkat ke SDN 0196396, sebuah SD Negri satu-satu nya yang ada di tengah-tengah komplek perumahan swasta tempat aku lahir dan tinggal sampai saat ini. dengan cepat ku ambil sepeda mungilku dan ku kayuh sekuat tenaga menuju sekolah ku. kulihat kanan dan kiri banyak para pekerja dan buruh juga berangkat, mereka adalah karyawan sebuah perusahaan pabrik pengolahan aluminium milik negara Jepang. Perusahaan ini memiliki komplek perumahan dimana semua buruh karyawan yang bekerja wajib tinggal di komplek ini. termasuk ayah ku yang bekerja diperusahaan ini sebagai buruh operator dan juga tinggal dikomplek ini pastinya. Sebuah bis besar mengangkut mereka dan melaju kencang melewati sepedaku, debu aspal pun terangkat menahan nafasku beberapa saat. sesekali aku melomba anak-anak SD kelas satu atau kelas dua yang berangkat sekolah, sepedaku lebih besar dari sepeda mereka soalnya. kadang juga sebalik nya aku yang malah di lomba oleh anak-anak SMP yang saling berlomba memasuki halaman sekolah. SMP mereka bersebelahan dengan SD ku, wajar saja ketika waktu berangkat dan pulang sekolah banyak sekali para siswa SD dan SMP melintasi jalan-jalan di komplek perumahan ku.

——————————————————————

hari itu berjalan seperti biasa, aku berangkat sekolah dan belajar dikelas. walaupun ada satu mata pelajaran yang aku benci yaitu IPS. tapi karena Pak Anwar guru SD ku sekaligus wali kelas 5-A mampu menyampaikan materi diselingi dengan permainan pelajaran IPS yang menurutku begitu sulit untuk dicerna terasa lebih mudah untuk dihapal. tidak tau kenapa rasanya Pak Anwar menjadi guru favorit di SD ku, mungkin karena cara mengajarnya yang berbeda dengan guru-guru lain. ditambah lagi Pak Anwar juga seorang pembina pramuka di SD ku. Gugus Depan Pramuka di SD ku merupakan yang terbaik diseluruh kabupaten, karena setiap tahunnya selalu membawa seorang Praja Pramuka untuk mengikuti Jambore Nasional.

———————————————————————————-

sekitar pukul setengah satu siang aku pulang sekolah, para teman-teman sekelas ku pun berhamburan keluar setelah sebelumnya berbaris rapi mengucapkaan salam kepada Pak Anwar . beberpa anak menuju kelas lain untuk menunggu temannya yang belum pulang, sementara aku sendiri langsung kearah parkiran sepeda. hari itu aku pergi dan pulang sekolah sendiri. tidak seperti biasa yang selalu pergi bersama putra, tapi siang ini aku lebih memilih untuk pulang sendiri saja karena sebelumnya aku melihat kelas putra yaitu kelas 5-C sudah kosong, mereka pulang lebih cepat. dan memang kelas 5-C selalu pulang terlebih dahulu. Aku dan Putra berbeda kelas, aku di 5-A dan putra di 5-C. sejak dari kelas satu SD aku selalu menempati kelas A. mulai dari 1-A, 2-A, mungkin juga nanti sampai 6-A. tapi di SD ku urutan A,B dan C bukan lah perbedaan antara anak-anak yang pintar dan kurang pintar. ini hanya pembagian kelas pada saat awal masuk kelas satu SD karena setiap kelas nya dibatasi kira-kira 40 siswa, dan pembagiannya dilakukan secara acak.

sesampai diparkiran, aku langsung mengambil sepeda ku dan kukayuh menuju jalan pulang kerumah. kali ini tidak tahu kenapa jalan pulang yang kuambil berbeda dengan jalan ketika aku pergi ke sekolah. aku lebih memilih mengambil jalan putar dari arah lain. aku memang seperti itu, sering sekali jika tidak ada hal yang diburu yang mengharuskan untuk kembali pulang kerumah aku lebih memilih pulang dari arah lain. sekalian jalan-jalan dalam benakku. lagian juga jalan yang aku ambil ini banyak dilewati oleh anak-anak sekolahan karena letak rumah mereka yang berada hampir di tengah-tengah komplek. sedangkan rumah ku sendiri terletak di pinggiran komplek. aku senang mengambil jalan ini karena suasananya lumayan sejuk. dipinggir jalan kanan dan kiri berjejer pohon pinus sebagai pembatas antara jalan dan lapangan golf. berbeda dengan jalan ke rumah ku yang biasa aku ambil saat berangkat ke sekolah, sedikit gersang. walaupun ada sekali melintasi jembatan danau buatan tapi tetap saja gersang dan panas.
sekitar setengah jam perjalananku pulang kerumah menggunakan sepeda, lumayan lama lah karena jalan yang kuambil berbeda dengan jalan saat berangkat sekolah. kalau melewati jalan biasa mungkin sekitar 10 sampai 15 menit aku sudah tiba dirumah.

—————
to be continued

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s