Catatanku 4 [Siapa dia?]

Posted: August 6, 2010 in Catatanku
Tags: , ,

Kutarik nafas sedalam mungkin,saat menginjaki kaki pertama dihalaman rumah baru. sambil menghayati segarnya udara dirumah baru. sejenak ku terdiam menolehkan kepala ku kekanan, keatas dan keikiri. warna creamnya begitu menyala. sedikit ada undakan tangga kecil didepan ku, kunaiki dan terdiam lagi. rumput hijau pun menggenangi sekeliling rumah. ada sebuah pohon rambutan yang baru ditanam disudut halaman. tanaman-tanaman hias sudah berjajar rapi mengelilingi pinggiran rumah, tanaman tersebut sudah diangkut seminggu yang lalu oleh ayahku. batu granit berbentuk bulat pipih juga sudah tersusun rapi mulai dari bawah kakiku ini sampai menuju beranda depan rumah, sehingga aku bisa menapakinya satu persatu dengan sedikit melompat kecil. orang-orang yang membantu kepindahan ku mulai menurunkan sisa-sisa barang dari atas truk yang sudah tersusun sejak tadi malam. mereka menggotong dengan sangat hati-hati, karena beberapa dari barang-barang tersebut merupakan barang pecah belah. sesekali aku bantu mereka untuk membawa barang-barang tersebut.

semakin aku menelusuri bagian dalam rumah baru keluarga ku ini semakin terasa bau cat yang masih baru dan menyengat. aku terlusuri mulai dari ruang tamu, satu set kursi dan meja tamu sudah tersusun rapi, sofa keluarga yang biasa berada di depan televisi juga tersusun disamping nya. sedikit ada perubahan posisi dari rumah lama yang semula sofa keluarga berada di samping meja makan tapi kali ini berada disamping ruang tamu. sedangkan meja makan sendiri ditaruh di dekat dapur. sejenak ku berfikir lagi,sedikit lebih luas dibandingkan rumah yang lama sehingga rumah baru keluargaku ini jadi kelihatan lebih kosong. terakhir aku mengunjungi kamar baruku, dan lebih luas juga dibandingkan kamar yang lama. sebuah kasur pegas terletak disamping jendela kamar. aku bergembira karena mendapat sebuah kasur pegas yang baru. dirumah lama aku masih menggunakan kasur yang berisi kapuk yang sudah mulai mengempis. disamping meja belajar ada sebuah meja kecil baru yang diatasnya telah tersusun rapi semua piala-piala dan piagam prestasi ku selama ini. kurapikan sedikit tata letak nya. lemari baju juga sudah berdiri tegak disamping kasur pegas ku. dan segera ku rebahkan tubuhku terlentang diatas kasur baruku.

belum sampai disini proses kepindahan keluargaku. kita sekeluarga juga masih harus mempersiapkan pesta sambutan pindahan dengan para tetangga yang baru, sekalian silaturahmi dan saling mengenal dengan tetangga yang baru. pesta kali ini tidak perlu menyebar undangan kerumah-rumah karena beberapa kepala keluarga juga teman ayahku dikantor. jadi ayahku cukup memberitahu saja saat dikantor kepada teman-temannya bahwa kita telah pindah rumah dan akan mengadakan pesta sambutan pada malam rabu nanti,3 hari lagi tepatnya.

———————————————————————————————————————-
saudara-saudara sanak family yang datang dari luar kota belum juga balik kerumah mereka. mereka yang membantu kepindahan keluargaku masih diharuskan membantu mempersiapkan pesta nanti. mereka sudah membeli persiapan bahan-bahan makanan, ada juga yang sudah mulai menyusun alat-alat masak di belakang rumah. konsep pesta kali ini tidak seperti pesta kerang kemaren. kali ini dicukupkan dengan makan-makan biasa dan ramah-tamah.
———————————————————————————————————————

malam rabu pun tiba, tenda biru kembali berdiri didepan rumah baruku sejak tadi pagi. dibantu oleh beberapa tetangga dan saudara keluargaku untuk memberdirikannya. sebuah tiang pasak berdiri kokoh ditengahnya. sebuah lampu pijar berwarna putih juga menggantung ditiang tersebut. karpet tikar sudah terbentang luas dibawah tenda dan menutupi rumput hijau halaman rumahku. dipinggir tenda ada sebuah meja besar dan panjang untuk meletakkan nasi dan lauk pauk. beberapa gelas minuman juga tersusun rapi dipinggiran meja. seperti konsep sebuah pesta pernikahan. para tamu yang datang bisa mengambil jumlah makanannya sendiri. walaupun para tamu yang datang hanya beberapa keluarga saja, tapi malam ini sudah cukup ramai menurutku.

selesai acara makan-makan, kemudian dilanjutkan dengan acara ramah-tamah yaitu perkenalan masing-masing keluarga kepada keluargaku. acara dimulai dari perkenalan keluargaku pastinya. aku duduk diantara Ayah dan Ibuku. jantungku sedikit berdetak kencang, sesaat sebelum ayahku memulai perkenalan. semua mata tertuju kepada keluargaku. walaupun beberapa diantara mereka sudah mengenal keluargaku dari kantor perusahaan tempat Ayahku bekerja, tapi aku sendiri belum mengenal mereka semua. ini yang membuatku harus menunduk pemalu. mungkin aku yang belum terbiasa dikenalkan dengan orang banyak. sesekali kulayangkan pandangan ku mengintari orang-orang yang duduk didepan sana. pandangan ku lanjutkan mengintari seraya mencari anak-anak yang kiranya seumuran dengan ku. hanya ada beberapa anak laki-laki dan hanya ada satu anak perempuan yang hadir dalam penyambutan keluargaku malam ini. pandangan ku pun terhenti saat melihat seorang gadis kecil berambut panjang dan diikat seperti ekor kuda.dialah satu-satunya anak perempuan yang mungkin seumuran denganku. dia duduk disamping Ayahnya dan adik laki-lakinya. dari postur tubuhnya sepertinya kita sebaya, tapi aku tidak tahu saat itu dia siapa dan kelas berapa.

“Assalamualaikum wr wb..” ayahku mencoba memulai memperkenalkan diri. “Nama saya Nugraha, dari departemen logistik. ini Istri saya Milwani. dan ini Anak saya Faisal masih kelas 5 SD… ” lanjut Ayahku. Beberapa orang melihatku ketika nama ku disebut, dan mulut mereka sedikit komat-kamit mengulang-ulang namaku dalam hati. ada juga yang langsung berbisik kepada anak-anaknya. sekilas aku juga mendengar seorang bapak berbicara kepada anak laki-lakinya “Tuh, kalian sebaya. ajak main-main besok… “.
Setelah perkenalan dari keluarga ku kemudian dilanjutkan oleh keluarga-keluarga selanjutnya…
“Nama saya Ahmad Rizal, Istri saya saat ini masih satu…” Om Ahmad sedikit melucu malam ini, membuat orang tertawa. aku juga ikut tertawa sambil menunduk , “Dan ini anak saya yang pertama, Alinda namanya. masih kelas 4 SD. dan ini adiknya Reza…”
mendengar nama Alinda kepalaku pun serontak tertegak kembali yang semula menunduk. mencari-cari dimana suara Om Ahmad berasal yang memperkenalkan anaknya. ternyata benar dalam fikirku, anak berambut ekor kuda itu , dan dia masih kelas 4 SD. 1 tahun lebih muda dibandingku. mungkin ini awal yang baik dalam hatiku yang sedikit berkata.
Om Ahmad masih melanjutkan memperkenal kan anak lak-lakinya. tapi mataku masih tertuju kepada anak perempuannya. jantungku pun semakin berdebar. tidak tahu kenapa aku tidak berhenti memandang dia dan tidak menundukkan kepalaku lagi, dan terus memandangi Alinda dengan penuh penasaran. malah aku sempat bertekad ingin kenal dia lebih jauh setelah pesta ini selesai.

Jantung ku semakin berdebar saat dia melemparkan pandangannya ke arah ku dan sedikit tersenyum kepadaku. Sempat aku menahan nafas sejenak. aku yang sedikit pemalu langsung tertunduk sambil menutup rapat dan mengembungkan pipiku untuk menutupi wajahku yang mulai memerah, dan sesekali mencuri-curi pandang kearahnya.

==========================================================================
to be continued

Comments
  1. jamilah jiddan says:

    tingkatkan prestasimu nak, bagusssssss *gayapaktinosidin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s