Catatanku 5 [17 Agustus]

Posted: June 20, 2011 in Catatanku
Tags: , ,

Linkungan baru membuat perubahan besar buat ku, mulai dari kebiasaan berangkat sampai pulang sekolah membuat ku harus berpisah dengan putra. berangkat dan pulang sekolah tidak lagi bersama putra, bermain-main juga tidak lagi bersama putra. putra yang dari kecil sebagai teman sepermainanku , bahkan pernah kita hampir tidak dapat dipisahkan saat masih ditaman kanak-kanak. aku membela tidak mau masuk sekolah karena putra tidak masuk sekolah, aku memaksa ibu menulis surat izin sakit.

“ya sudah, bilang aja ke Bu guru klo ical juga lagi sakit. sama kayak putra”.

dan aku ngotot agar keterangan ‘sama seperti putra’ juga dituliskan kedalam surat izin agar ibu guru bisa percaya dengan alasan yang yang aku berikan. ibuku hanya tertawa mendengar alasan ku. lain cerita ketika putra bertahan untuk enggan membawa bekal ke sekolah karena lauk yang diberikan ibunya tidak sama dengan lauk yang ku punya.

“pokoknya harus sama kayak punya ical” bentak putra kepada ibunya.

namun, mulai saat ini kebersamaan aku dan putra harus mulai terkikis akibat kepindahan keluargaku ke lingkungan yang baru. tidak hanya itu, perbedaan kelas antara aku di 5-A dan putra di 5-C juga sebagai alasan. belum sebentar lagi acara 17-an yang mengharuskanku untuk tetap fokus bersama teman-teman sekelas untuk mempersiapkan lomba menghias kelas, lomba gerak jalan, dan perlombaan antar kelas lainnya.

=======================================================

“anak-anak, untuk acara 17-an tahun ini kepala sekolah kita akan membagi dua tingkat perlombaan. pertama untuk kelas 1 sampai dengan kelas 3, dan kedua kelas 4 sampai kelas 5 “. seru pak anwar di depan kelas.

“huuuuu… huuuu… “. serentak teman sekelasku bersorak. sepertinya mereka tidak menerima kebijakan kepala sekolah kali ini.

“pastilah tuh, kasti anak kelas 6 lah yang menang. kasti apa lagi, pas lah kalah kita. kita kecil-kecil badan nya” seru koko, salah satu teman sekelasku yang pesimis kelas kita akan kalah pada perlombaan 17-an kali ini. sedikit ku cibirkan bibirku meng-iya kan perkataannya.

“tenang woy, lomba menghias kelas kan masih ada. kita mantap kan kelas kita” teriak lisa dari sudut depan kelas. lisa sebagai ketua kelas mencoba untuk tetap memberi semangat kepada teman-teman agar tidak putus asa pada perlombaan kali ini.

“alah, itu kerjaan anak perempuan” teriak koko lagi.
“emang pernahlah kita menang lomba? ” seru lisa.
“bah, taun lalu kasti kita menang ya. lawan kelas 4-B menang kita. walaupun sama kelas 4-C kalah kita” balas koko.
“ya itukan kita lawan sesama kelas 4. jadi taun ini kita coba lawan anak kelas 6. minimal adalah satu piala buat kelas kita” semangat lisa tetap belum padam, bahkan semakin berkobar menjalar ke teman-teman yang lain.

“betul, masih ada gerak jalan juga. kita yang anak pramuka bisa minta bantu sama pak anwar ajarin baris-berbaris” sambut ku yang semakin yakin akan kemenangan yang akan kita peroleh. mengingat juga pak anwar wali kelas 5-A dan juga pembina pramuka yang seenggaknya mengerti baris-berbaris. “nanti biar aku aja yang ngomong sama pak anwar”. kebetulan aku adalah pimpinan salah satu regu pramuka di SD ku jadi bisa memudahkan akses langsung ke pembina pramuka.

“oke pas..” lisa mulai mengarahkan teman-temannya. “gerak jalan ical yang ngurus ya. menghias kelas ke aku aja. koko, kau yang atur strategi kasti ya. kau kaptennya ”

satu minggu lagi hari kemeriahan akan segera terlaksana. hari-hari kami begitu sibuk mengurusi persiapan kemeriahan itu. kertas-kertas minyak yang didominasi warna merah dan putih mulai tampak berserakan di dalam kelas ku. bendera-bendera kecil bergelantungan menyilang dan berzigzag di langit-langit kelas. bambu-bambu runcing ditancapkan didepan kelas, tak lupa pula dicat berwarna merah layaknya darah yang mengalir diujung bambu tersebut. sebuah papan kecil yang bertuliskan “Dirgahayu Republik Indonesia” menggantung didepan kelas yang ditopang oleh dua bilah bambu tinggi. kadang sesekali terdengar suara ledakan dari meriam bambu yang berasal dari kelas 5-C . ternyata putra yang mahir membuat kerajinan tradisional memperlihatkan kebolehannya dalam membuat meriam bambu, walaupun pada akhirnya meriam itu tak lagi berbunyi karena dilarang oleh kepala sekolah untuk dinyalakan. mengganggu katanya.

peluit kecil yang berada di bibir ku berkali-kali kutiupkan untuk melatih teman-teman gerak jalan. kami berlatih disekitar lapangan upacara sekolah. tampak grup gerak jalan dari kelas lain juga sedang berlatih disini. suara peluit bersahutan kesana-kemari. kadang malah merusak formasi barisan karena teman-teman salah mendengar suara peluit. aku yang semakin selektif hanya mengikut sertakan teman-teman sekelas yang juga anak pramuka untuk ikut dalam gerak jalan demi meraih kemenangan. dan teman-teman sisanya dapat membantu lisa menghias kelas. tidak ada kesenjangan dan tidak ada kedengkian bagi teman-teman yang tidak ikut serta dalam gerak jalan. mereka dapat saling mengerti dengan kondisi yang kita hadapi. dan sebagian juga ada yang bersama koko untuk bermain kasti di sudut sekolah. ya bermain kasti bukan berlatih kasti.

—————————

3 hari sudah kita berlatih dan mempersiapkan segala sesuatunya demi mendukung kegiatan sekolah dan berharap kemenangan akan diraih. aku baru tersadar setelah melihat jauh kearah kerumunan barisan gerak jalan yang lain. alinda juga ikut mewakili kelasnya. dia berada barisan tengah paling depan di kelasnya, mungkin karena postur tubuhnya yang lumayan tinggi. tidak sulit untuk melihatnya sedang berbaris.

“wah, sepertinya bakalan menarik” benakku berkata.

ada sedikit perubahan setelah mengetahui bahwa alinda juga berlatih gerak jalan. aku jadi semakin salah tingkah. sesekali aku bawa barisan kelas ku melewati barisan kelas nya. peluit semakin kencang aku tiup, suara ku semakin keras meneriaki aba-aba gerak jalan. walaupun aku tidak tahu maksud dari semua yang aku lakukan ini. aku hanya ingin terlihat gagah di depan alinda. beberapa kali tatapanku melirik ke arah barisan alinda. alinda juga belum tersadar bahwa aku menjadi pemimpin barisan untuk kelas ku. teriakanku semakin kencang dan alinda juga belum sedikitpun melirik ke arah ku.

“ya iya lah. kita belum saling kenal”

saat istirahat pun tiba, barisan aku bubarkan. teman-teman ku menuju kantin sekolah untuk membeli makanan dan minuman. tapi aku tidak langsung mengikuti mereka, aku sedikit berputar melihat sekeliling lapangan sapa tau terlintas alinda di pandanganku. konyol sekali rasanya setiap kali latihan gerak jalan aku selalu melintas tepat di depan barisan alinda. setiap kali istirahat aku menyempatkan diri untuk mencoba mencari dimana alinda berada. sekali pernah aku melihat dia pergi kearah kantin bu imas. tanpa sadar aku langsung agresif juga ikut mengikuti alinda ke kantin bu imas. saat aku berada tepat disebelahnya aku mencoba memberikan perhatian beberapa kali, membeli makanan yang sama dengan yang alinda beli, teriak memanggil bu imas yang sedang sibuk melayani anak-anak yang lain. tapi tetap saja, alinda belum tersadar bahwa aku berada disebelahnya saat ini.

“aku harus kenalan dengannya, tapi bagaimana caranya ?”

semakin hari semakin galau, berusaha untuk kenalan dengan alinda tapi tidak memiliki keberanian. aku belum pernah sejarahnya berkenalan dengan seorang cewek. maklumlah masa-masa SD masih terbilang anak-anak. sekali aku berfikir apa masa puberku sekarang ini, masih kelas 5 SD ? tertegun sejenak. lucu rasanya aku mengingat beberapa hari ini dengan apa yang aku lakukan saat latihan di sekolah.

—————–

hari peringatan 17 Agustus pun tiba. upacara bendera dilakukan di lapangan bola kaki milik komplek perumahanku. upacara bendera dihadiri oleh berbagai elemen, mulai dari buruh karyawan perusahaan swasta yang mengolah aluminium, anak SMA , SMP , dan SD yang berada didalam komplek perumahanku. pagi itu cuaca lumayan cerah, tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. sehingga energi tidak terlalu terbuang saat upacara, dan masih bisa digunakan untuk perlombaan gerak jalan dan kasti yang akan dilaksanakan selesai upacara. beberapa teman-teman yang tidak mengikuti perlombaan kembali ke kelas untuk memantikan kelas tetap indah dan rapi, tidak ada hiasan-hiasan kelas yang terlepas. dan ada juga yang pergi ke bazar 17-an yang telah dipersiapkan oleh perusahaan aluminuim itu. sudah tradisi di komplek perumahan perusahan swasta ini. setiap tanggal 17 agustus selalu ada bazar dan perlombaan-perlombaan tradisional yang disponsori oleh perusahaan sendiri untuk menghibur warganya.

pelaksanaan gerak jalan berjalan dengan lancar, kita melewati rute yang sudah dipersiapkan oleh panitia sekolah. beberapa tim penilai ditempatkan di beberapa spot sepanjang rute. saat tim penilai terlihat oleh ku, aku mempersiapkan lagu-lagu nasional yang mengiringi gerakan langkah barisanku. mulai dari lagu Bagimu Negeri, Halo-Halo Bandung, Maju Tak Gentar, dan lagu lainnya. berharap dengan nyanyian ini mendapat nilai tambah bagi tim penilai untuk berisan kelas ku.

selesai pelaksanaan gerak jalan dilanjutkan pertandingan kasti antar kelas. semua anak-anak sudah berada mengelilingi lapangan sekolah. sebuah tenda kecil dipersiapkan panitia sekolah untuk melindungi anak-anak yang sedang menonton pertandingan kasti. aku sedikit berharap pada pertandingan kali ini kelas ku akan dibawa ke final setelah melihat lawan-lawan yang dihadapi oleh tim kelas ku. semuanya dibawah tingkat kelas 5 SD. kelas ku menang melawan kelas 4A , 4C dan ada juga yang setingkat yaitu kelas 5B. hal ini yang akan membawa kita ke final kasti. namun, keresahan ku mulai timbul ketika melihat lawan tim kelasku di final. kelas 5C. kelas nya putra. dari history kemenangan kelas 5C, mereka menuju final setelah melawan dan menundukkan anak-anak kelas 6. aku yakin putra dibalik semua ini, putra tidak hanya unggul dibidang membuat permainan tradisional bahkan dia juga unggul dalam bidang olahraga. setelah aku tahu bahwa putra kapten tim kasti di kelasnya menambah keyakinanku atas kehebatan dari tim mereka.

pertandingan kasti pun usai, kemenangan telak diraih oleh kelas 5C setelah melawan kelas ku. teman-teman pun menerima kekalahan ini dan mengakui kehebatan kelas 5C. tapi kita tidak terlalu bersedih hati, kita juga bangga atas kemampuan kita menuju final. paling tidak kita mendapatkan piala runner up. itu semua berkat Koko sebagai kapten dan berkat lisa sebagai ketua kelas yang telah memberi semangat kepada kita semua.

——————————-

pada sore hari warga komplek sudah berkumpul kembali di bazar komplek untuk menyaksikan beberapa pengumuman perlombaan dan penyerahan piala. sudah menjadi kerjasama umum. mulai dari TK, SD, SMP, SMA, dan perusahaan aluminium sendiri mengadakan perlombaan di masing-masing institusinya. dan semua pengumuman pemenangnya dijadikan satu saat sore hari di bazar 17-an. oleh karena itu, kebijakan dari perusahaan aluminium mengadakan bazar ini demi tali silaturahmi antar warga dan institusi-institusi yang berada didalam komplek.

tiba saatnya pengumuman untuk tingkat Sekolah Dasar. pengumuman dimulai dari pertandingan kasti yang sudah pasti pemenangnya siapa, masing-masing kapten sang juara kelas 5C dan Runner Up kelas 5A dipersilahkan untuk naik ke atas panggung bazar 17-an. aku melihat Putra dan Koko bersama-sama menerima penghargaan dan mengangkat piala kebanggan. Pengumuman dilanjutkan pada perlombaan menghias kelas. lagi aku mendengar kelas 5C ternyata menjadi juara pertama menghias kelas, aku sedikit menerima kemenangan kelas 5C mengingat ada meriam bambu buatan Putra yang menghiasi didepan kelas mereka. lamunan ku sedikit panjang karena melihat Putra kembali naik ke atas panggung. kebanggaan tersendiri buat aku melihat teman sewaktu kecil ku menerima 2 penghargaan sekaligus. lamunanku akhirnya pecah ketika melihat lisa juga menaiki tangga panggung bazar 17-an. ternyata aku tidak sadar ketika tahu bahwa kelas ku meraih juara 3 lomba menghias kelas. kebanggaan kelas ku pun memuncak setelah aku menerima penghargaan sebagai juara pertama lomba gerak jalan. penghargaan hatrick diterima oleh kelas 5A karena meraih runner up pada pertandingan kasti, juara 3 lomba menghias kelas, dan juara pertama lomba gerak jalan. berbeda dengan kelas 5C yang hanya memperoleh 2 penghargaan saja.

usai pengumuman berbagai perlombaan dan pertandingan, bazar dimeriahkan dengan penampilan band-band dan penyanyi lokal yang diundang oleh perusahaan aluminum. aku bersama orang tua ku menikmati jajanan yang dijual disepanjang kawasan bazar. sesekali aku lihat berbagai souvenir dijual juga di bazar ini, baju, celana, pernak pernik perhiasan juga dijajakan. pandanganku terhenti ketika melihat putra bersama teman-teman sekelasnya yang sedang bersorak atas kemenangan kelas mereka. sudah lama aku tidak bertutur sapa kepada putra semenjak kepindahan ku ke rumah yang baru, jadi kali ini aku berusaha mendekati putra untuk menyapanya.

“woi put, selamat ya… hebat kali kau” sapa ku.

aku sedikit shock karena putra tidak membalas sapa ku. putra hanya melihat ku sebentar kemudian kembali bersama teman-temannya. dan malah putra langsung mengajak teman-teman nya pergi untuk membeli makanan bersama demi memeriahkan kemenangan mereka. aku tahu putra sadar dan mendengar sapa ku. tapi ntah kenapa aku dihiraukan begitu saja.
“putra kenapa ya?” benakku berkata.

tanpa pikir panjang aku pun kembali kepada kedua orang tua ku dan meminta izin untuk berkumpul bersama teman-teman sekelas ku yang sejak tadi tiada henti-hentinya bersorak atas 3 kemenangan yang kita raih. kita telah mengukir kemenangan terbanyak di SD ku sepanjang sejarah.

===========================================
to be continued….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s