Archive for the ‘Catatanku’ Category

Catatanku 5 [17 Agustus]

Posted: June 20, 2011 in Catatanku
Tags: , ,

Linkungan baru membuat perubahan besar buat ku, mulai dari kebiasaan berangkat sampai pulang sekolah membuat ku harus berpisah dengan putra. berangkat dan pulang sekolah tidak lagi bersama putra, bermain-main juga tidak lagi bersama putra. putra yang dari kecil sebagai teman sepermainanku , bahkan pernah kita hampir tidak dapat dipisahkan saat masih ditaman kanak-kanak. aku membela tidak mau masuk sekolah karena putra tidak masuk sekolah, aku memaksa ibu menulis surat izin sakit.

“ya sudah, bilang aja ke Bu guru klo ical juga lagi sakit. sama kayak putra”.
(more…)

Catatanku 4 [Siapa dia?]

Posted: August 6, 2010 in Catatanku
Tags: , ,

Kutarik nafas sedalam mungkin,saat menginjaki kaki pertama dihalaman rumah baru. sambil menghayati segarnya udara dirumah baru. sejenak ku terdiam menolehkan kepala ku kekanan, keatas dan keikiri. warna creamnya begitu menyala. sedikit ada undakan tangga kecil didepan ku, kunaiki dan terdiam lagi. rumput hijau pun menggenangi sekeliling rumah. ada sebuah pohon rambutan yang baru ditanam disudut halaman. tanaman-tanaman hias sudah berjajar rapi mengelilingi pinggiran rumah, tanaman tersebut sudah diangkut seminggu yang lalu oleh ayahku. batu granit berbentuk bulat pipih juga sudah tersusun rapi mulai dari bawah kakiku ini sampai menuju beranda depan rumah, sehingga aku bisa menapakinya satu persatu dengan sedikit melompat kecil. orang-orang yang membantu kepindahan ku mulai menurunkan sisa-sisa barang dari atas truk yang sudah tersusun sejak tadi malam. mereka menggotong dengan sangat hati-hati, karena beberapa dari barang-barang tersebut merupakan barang pecah belah. sesekali aku bantu mereka untuk membawa barang-barang tersebut.
(more…)

Catatanku 3 [Pesta Kerang]

Posted: July 28, 2010 in Catatanku
Tags: , ,

Begitu cepat rasanya, tidak terasa bahwa ini bakalan menjadi hari terkahir aku berada dirumah kecil berwarna coklat kemerahan ini sebelum menempati rumah baru yang berwarna cream. sedikit sedih rasanya aku meninggalkan rumah tempat kelahiran ku. ya, aku lahir dirumah ini bukan di rumah sakit. aku pernah mendengar cerita dari ibu bahwa aku lahir di rumah ini hanya di bantu dengan seorang bidan, Nek Sum panggilannya. Nek Sum juga pernah menjadi pengasuh ku waktu kecil, saat ibu masih menjadi wanita karir biasanya aku dititipkan di rumah Nek Sum jika ibuku pergi kerja. beliau sudah dianggap menjadi salah satu bagian keluarga bagiku. Tapi sekarang beliau sudah tiada. beliau tidak sempat menghadiri perpisahan kepindahan keluarga ku malam ini.
(more…)

Siang ini matahari begitu menyengat, dan memaksaku mengayuh sepeda lebih cepat. mulut terasa haus, kering, ditambah perut yang sudah mulai keroncongan, membuat ku sedikit menyesali kuputusan yang aku ambil untuk pulang ke rumah melewati jalan yang lebih jauh. debu aspal naik dan sedikit menghambat penglihatan ku ketika sebuah mobil melintas di kanan ku. “ayo, sedikit lagi sampai rumah” sedikit terbayang oleh ku air dingin dari dalam kulkas dan kuteguk langsung dari botol air itu tanpa menuangkan kedalam gelas terlebih dahulu. sesekali kulihat kanan dan kiri anak-anak sekolah memasuki rumah nya. rumah ku memang sedikit jauh dan disudut komplek. wajar saja setiap pulang sekolah aku yang paling terakhir sampai dirumah.
(more…)

Catatanku 1 (…)

Posted: July 26, 2010 in Catatanku
Tags: , ,

tok-tok-tok.. ketukan ibu dari pintu kamar membangunkan ku.. dengan perlahan ku buka mata karena silauan sinar matahari yang melewati celah-celah kamar jendela menusuk tajam ke arah mata ku.sekali lagi ibu mengetuk pintu kamar ku, kali ini ketukannya tidak sekali atau dua kali saja, bahkan terus menerus… aku tau kalau ibu sudah seperti ini pasti tidak akan pernah berhenti mengetuk pintu kamar ku sampai aku benar-benar terbangun dan keluar kamar untuk sholat subuh.
hari ini aku bangun sedikit telat, mungkin karena tadi malam aku main dirumah putra sampai kelupaan kalau hari sudah malam, kalau saja tadi malam ibu tidak menelpon sepertinya aku bakalan tidur di rumah putra. walaupun rumah putra tepat berada didepan rumah ku yang hanya di batasi oleh lapangan kecil tetap saja kalau sudah malam harus pulang kerumah. (more…)